Akbar Faizal Membawakan Pidato dalam Wisuda Periode September 2021. (Foto: Ahmad Husen).
Akbar Faizal Membawakan Pidato dalam Wisuda Periode September 2021. (Foto: Ahmad Husen).

PROFESI-UNM.COM – Akbar Faizal menegaskan pola pikir generasi muda ketika nanti lulus kuliah bukan lagi ingin jadi Pegawai Negeri Sipil, tetapi menjadi pengusaha yang bisa menciptakan dan menyerap banyak tenaga kerja. Hal itu diungkapkan dalam sambutannya pada wisuda Universitas Negeri Makassar (UNM) Periode September 2021 di Menara Pinisi, Rabu (29/9).

“Anda harus mengubah cara berpikirnya, bagaimana keluar dari kampus untuk menjadi pegawai negeri, enggak. Orang hanya berfikiran bahwa tanpa menjadi PNS tidak akan menjadi seseorang,” tegasnya

Ia mengaku sebagai mantan pejabat negara yang mengelola APBN mengimbau agar berhenti menjadi PNS karena negara ini sudah berat untuk menggaji seorang PNS. Kata Akbar Faizal, Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, Eko Prasojo pun mengungkapkan tingkat efektivitas kemampuan bekerja PNS bekerja sangat rendah.

“Sangat-sangat rendah, katakanlah ketika 1 juta PNS kita, yang bisa bekerja sesuai tupoksinya paling banyak 20%, 80% hanya check in, masuk, tanda tangan, pergi ke warung kopi, setelah check out lalu pulang ke rumah seakan-akan dia adalah seorang pegawai yang hebat,” ucapnya.

Pada kesempatan tersebut dia menjelaskan 5 karakter anak muda saat ini, yakni:

  1. Tidak tahu didepannya ada gunung emas
  2. Tahu ada gunung emas didepannya namun tak tahu cara memanfaatkannya
  3. Tahu ada gunung emas didepannya, tahu cara memanfaatkannya namun tak mau memanfaatkannya
  4. Tahu ada gunung emas didepannya, tahu cara memanfaatkannya tapi hanya memanfaatkan untuk dirinya sendiri, tidak peduli dengan orang lain.
  5. Tahu ada gunung emas didepannya, tahu cara memanfaatkannya tapi hanya memanfaatkan untuk dirinya dan orang lain. Itu baru anak UNM.

Direktur Eksekutif Nagara Institute ini juga mengatakan bahwa saat ini Indonesia sedang dalam masalah besar dengan pertarungan bisnis ekonomi dunia dan teknologi dalam posisi terancam akibat para sarjana tidak siap memperebutkan lapangan pekerjaan.

“Tidak ada pilihan kecuali mengatakan kepada dunia bahwa selamat datang dunia, saya tidak akan kalah daam memperebutkan lapangan pekerjaan dengan syarat tingkatkan SDM anda, sering-seringlah membaca perbandingan,” ujarnya. (*)

*Reporter: Agatoni Buttang