Akbar Faizal Membawakan Pidato dalam Wisuda Periode September 2021, (Foto: Int).
Akbar Faizal Membawakan Pidato dalam Wisuda Periode September 2021, (Foto: Int).

PROFESI-UNM.COM – Akbar Faizal menegaskan permasalahan yang di hadapai Indonesia saat ini dalam hal lapangan pekerjaan adalah bonus demografi yang sudah tak sebanding dengan jumlah lapangan pekerjaan di Indonesia.

Hal itu diungkapkan pada wisuda Universitas Negeri Makassar (UNM) Periode September 2021 di Ballroom Teater Menara Pinisi, Rabu (29/9).

“Problem kita hari ini dalam hal lapangan pekerjaan yaitu bonus demokrafi kita yang sudah luar biasa. Sudah meledak ledak. Jumlah lapangan pekerjaan jauh lebih kecil dibanding orang yang mau bekerja,” tegasnya.

Ia juga mengatakan bahwa pemburu pekerjaan di Indonesia setiap tahun ada kurang lebih 7,2 juta dan semakin bertambah akibat wabah covid-19 yang meyebabkan pengangguran terbuka dengan total 3,9 juta.

“Jadi 7,2 juta ditambah 3,9 juta, anda membayangkan 10 juta orang sebelum anda keluar dari ruangan ini sedang berebut pekerjaan,” katanya.

Terakhir, Ia menghibau agar para freshgraduate berhenti berpikir untuk menjadi pegawai negeri. Tetapi berani mengambil resiko dengan menciptakan lapangan pekerjaan dengan berwiraswasta dengan karakter anak UNM yakni tahu di depannya ada gunung emas, tahu cara melakukannya bukan hanya untuk dirinya tetapi untuk orang lain.

“Anak-anakku sekalian berhentilah berpikir untuk menjadi pengawai negeri. Negara ini sudah tidak mampu lagi menggaji seorang pegawai negeri. Ciptakan lapangan pekerjaan dengan karakternya anak UNM yang tahu di depannya ada gunung emas, tahu cara melakukannya bukan hanya untuk dirinya tetapi untuk orang kain juga,” tutupnya. (*)

*Reporter: Nur Qodriah Syafitri/Editor: Agatoni Buttang