Muhammad Jufri, Mantan Dekan Fakultas Psikologi UNM, (Foto: Dok. Profesi).
Muhammad Jufri, Mantan Dekan Fakultas Psikologi UNM, (Foto: Dok. Profesi).

PROFESI-UNM.COM – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman memutasi Muhammad Jufri yang sebelumnya merupakan Kepala Dinas Pendidikan (Kadis) Sulsel ke Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan.

Menanggapi keputusan Plt Gubernur Sulsel, Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Husain Syam memutuskan menarik kembali Muhammad Jufri sebagai akademisi di UNM dengan pertimbangan kepakaran dan keilmuan Prof Jufri masih sangat dibutuhkan di UNM.

“Prof Jufri juga tidak hadir dan tidak mengikuti pelantikan pada 24 September kemarin,” kata Prof Husain.

Husain Syam menambahkan sejak Pemprov melakukan job fit dan hasilnya menempatkan Muhammad Jufri di Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan, UNM sudah bersikap tegas menolak hasil job fit tersebut lantaran tidak sesuai kompetensi dan kepakaran Jufri.

“UNM hanya merekomendasikan dan meminjamkan ke Pemprov Sulsel untuk membantu masalah pendidikan sebagai bagian dari peningkatan kualitas sumber daya manusia di Sulsel,” tuturnya.

Pria asal Polewali Mandar (Polman) itu juga mengungkapkan keanehan yang terjadi pada seleksi job fit Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan. Hal ini karena sejak awal Muhammad Jufri mengikuti lelang jabatan, Ia hanya memilih jabatan Kepala Dinas Pendidikan meskipun dibolehkan memilih tiga jabatan.

Namun anehnya, Panitia seleksi job fit justru meloloskan Muhammad Jufri sebagai Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan. Hasil job fit tersebut menurut Husain Syam ibarat pendaftar SBMPTN yang memilih prodi Teknik Mesin tetapi lulus di Psikologi. Atau sebaliknya memilih Psikologi tetapi lolos di Teknik Mesin.

“Ini aneh. Ada apa dengan manajemen kepegawaian di pemerintah provinsi Sulsel ini. Sekali lagi itu juga sebabnya Prof Jufri tidak hadir di pelantikan,” tegasnya.

Rektor UNM itu juga menyebutkan prestasi yang diperoleh Muhammad selama mengabdi sebagai Kepala Dinas Pendidikan Sulsel diantaranya proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2021 yang berjalan aman tanpa riak dan peringkat Sulsel yang berada di posisi enam hasil SBMPTN 2021.

Husain Syam juga meluruskan isu yang menyebutkan Muhammad Jufri menghadiri pelantikan secara online. Menurutbya, Jufri memang tidak mau dilantik karena tidak pernah memilih menjadi Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan.

Rektor UNM, Husain Syam juga sudah mengirimkan surat ke PLT Gubernur Sulsel untuk permintaan penarikan kembli Muhammad Jufri ke UNM. Surat tersebut berisikan beberapa alasan ts permintaan penarikan mantan Dekan Psikologi UNM tersebut.

Terkait surat pemerintah provinsi Sulsel mengenai Peraturan Kementerian PAN-RB tahun 2018 dan aturan Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 5 tahun 2019 tentang status kepegawaian ganda yang belum dijawab UNM dianggap tidak substansi.

Namun menurut Husain Syam regulasi yang disampaikan pemerintah provinsi Sulsel itu lebih dahulu terbit sebelum Prof Jufri dilantik sebagai Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Agustus 2020 lalu. (*)

*Reporter: Mustika Fitri