Aliansi Mahasiswa Peringati September Hitam. (Foto: Ainun Najib).
Aliansi Mahasiswa Peringati September Hitam. (Foto: Ainun Najib).

PROFESI-UNM.COM – Aliansi Mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) mengelar acara September Hitam di depan Menara Pinisi UNM, pada Minggu (26/9).

Acara ini dilaksanakan sebagai bentuk peringatan terhadap peristiwa dan berbagai rentetan kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang terjadi di Indonesia dan belum dituntaskan seakan kebal terhadap hukum.

Presiden BEM FIS-H, Fahmi Amiruddin mengatakan acara ini sebagai bentuk solidaritas dan mengenang aktivis yang telah dibunuh memperjuangkan HAM dan dua tahun belakangan ini banyak aktivis yang meninggal karena aparat kepolisian.

“Mengenang sejarah pelaku memperjuangkan hak asasi manusia seperti munir, wuji tukul dan kawan kawan aktivis aktivis,” ucapnya.

Gelaran yang dilakukan seperti pandangan politik, puisi, musikalisasi puisi, renungan dan nyanyian bersama. Dalam acara ini juga digelar lapak baca oleh Aliansi Pelajar Gowa.

Fahmi sapaannya berharap pemerintah dapat menyusut tuntas kasus ini yang hingga saat ini tak kunjung diketahui pelaku dibalik peristiwa tersebut dan seharusnya bisa menjadi refleksi bersama bahwa penegakan HAM belum bisa dikatakan sempurna.

“Harapan saya september hitam kita bersama-sama untuk menyusut tuntas kasus hak asasi manusia sampai hari ini belum ditemukan siapa aktor atau siapa dalang penculikan hari ini,” harapnya.

Selain mengenang peristiwa kelam HAM, juga menuntut Omnibus Law, pemecatan pegawai KPK, represifitas aparat kepolisian kepada massa aksi demonstrasi, kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat dan reformasi korupsi yang baru saja terjadi pada 2019 lalu. (*)

*Reporter: Muhammad Ainun Najib/Editor: Agatoni Buttang