Ojek becak motor Nasir. (Foto: Muhammad Raihan-Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Unjuk rasa yang dilakukan oleh gabungan Lembaga Kemahasiswaan (LK) Universitas Negeri Makassar (UNM) bersama Front Perjuangan Rakyat (FPR) Sulawesi Selatan menuai berbagai pro kontra dari kalangan masyarakat sekitar lokasi aksi Jl.Urip Sumoharjo, Jumat (24/9).

Salah seorang pemulung bernama Sinring mengaku senang atas kegiatan itu.Menurutnya dengan adanya unjuk rasa maka penghasilan yang didapat pun akan meningkat. Hal tersebut lantaran banyaknya botol plastik yang berserakan disekitar lokasi aksi. Nantinya, sampah tersebut akan Sinring kumpulkan untuk kemudian dijual.

“Lumayan ini selama demo terdapat banyak botol, kalau tidak demo biasanya lebih sedikit,” ungkapnya.

Sementara itu, Pengendara ojek becak motor (bentor), Nasir justru menyampaikan kekesalannya. Ia gusar lantaran para pengunjuk rasa melakukan blokade pada bahu jalanan sehingga menyebabkan kemacetan lalu lintas. Akibatnya, Ia pun harus menempuh jarak yang lebih jauh agar bisa sampai ke tujuan.

“Tidak bagus karena menghalangi lalu lintas. Kita juga susah karena kalo ada penumpang harus putar jauh,” katanya.

Terakhir, Nasir berharap agar kedepannya hal tersebut tidak terulang lagi. Nasir tak keberatan dengan adanya unjuk rasa, namun pria yang berprofesi sebagai pengendara bentor itu berpesan untuk tidak melakukan blokade jalan.

Yah demo saja, tapi jangan tutup jalan.” harapnya.(*)

*Reporter: Muh. Raihan/Editor: Mustika Fitri