Aksi dalam rangka memperingati Hari Tani 2021, Jumat (25/9). Foto-Ist

PROFESI-UNM.COM – Nur Herliati, Sekretaris Kementrian Sosial Politik (Sospol) BEM FIS UNM melakukan orasi “Hak sebagai Buruh Perempuan” pada Aksi Peringati Hari Tani. Dalam orasinya, Ia menyebut kepentingan perempuan seringkali tidak diakomodir. Sejumlah Lembaga Kemahasiswaan (LK) Universitas Negeri Makassar) tergabung dalam Front Perjuangan Rakyat (FPR) Sulawesi Selatan (Sulsel) juga ikut berpartisipasi pada aksi yang berlangsung dibawah Fly Over, Jl. Urip Sumoharjo, Jumat (24/9).

Herliati sapaannya mengatakan ketika kemudian terjadi perampasan lahan objek paling dirugikan adalah perempuan. Karena hak atas lingkungan mereka direbut, hak mereka mengelola alam untuk kelestarian seluruh komponen yang ada di alam tidak hanya manusia serta hak mereka mengelola alam sebagai sumber penghidupan dirampas.

“Perempuan memikul beban ganda, lingkungan dirusak, sumber pendapatan dirampas, juga kehadiran mereka sebagai pelaku kelestarian lingkungan sering tidak diakui,” ucapnya.

Lanjut, Ia mengatakan hak-hak petani hak atas lingkungan dan kedaulatan perempuan atas lahan mereka yang direbut/dirampas demi kepentingan segolongan orang yang punya kuasa untuk memonopoli hak masyarakat melalui kebijakan negara.

“Semua elemen masyarakat hadir saling bahu membahu mengembalikan hak petani,” katanya.

Herliati juga menyebut bentuk kepentingan perempuan yang tidak di akomodir ialah perampasan lahan yang merupakan tempat mereka mencari nafkah. Perempuan bertani, berkebun atau mengolah lahan adalah hal lumrah yang kita lihat. Kegiatan bertani, berkebun, dan kegiatan lainnya yang berkaitan dengan pengelolaan lahan/sumber daya alam adalah suatu bentuk kesadaran serta kesyukuran perempuan terhadap alam.(*)

*Reporter: Anugrah Hms/Editor: Agatoni Buttang