Massa aksi membawa petaka dalam aksi HTN 2021, (Foto: Ahmad Husen-Profesi).

PROFESI-UNM.COM – Front Perjuangan Rakyat (FPR) membawa sejumlah petaka di Aksi Peringati Hari Tani Nasional. “Anak Petani Dilarang Sekolah” merupakan salah satu tulisan di petaka pada aksi yang berlangsung di Fly Over Jl.Urip Sumoharjo, Jumat (24/9).

Petaka juga dibuat sebagai alat untuk menyuarakan beberapa tuntutan dari aliansi FPR. Massa aksi yang terdiri dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), BEM Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS), BEM Fakultas Ilmu Pendidikan, BEM Fakultas Psikologi (FPsi), BEM Fakultas Ilmu Sosial (FIS), serta Himpunan Mahasiswa Jurusan pendidikan Keolahragaan (HMJ PKO) Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) memblokir setengah ruas jalan Fly Over.

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Negeri Makassar (UNM), Yusril, menjelaskan makna dari tulisan tersebut yakni anak petani tidak bisa bersekolah karena lebih fokus untuk mencari nafkah.

“Bukan realitanya anak petani dilarang sekolah tapi tidak bisa sekolah, dia lebih fokus untuk mencari nafkah demi untuk menafkahi hidupnya daripada menimbah ilmunya,” jelasnya.

Selain itu, petaka lain bertuliskan berikan jaminan kesehatan bagi buruh perempuan, darurat iklim, stop kriminalisasi rakyat, polusi menghalangi ketampananku, hingga petaka nyeleneh bertuliskan Saya Sappol Om. (*)

*Reporter: Nur Qodriah Syafitri/Editor: Ema Humaera