Budaya Organisasi Kepemimpinan & Kinerja (Foto: Nur Arrum Suci Katili-Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Dalam perencanaan strategis di samping merumuskan visi dan misi organisasi sebagai uraian di atas, perencanaan Strategis harus berlandaskan pada filosofi dan tata nilai yang ada dalam organisasi. Peristilahan filosofi adalah seperangkat keyakinan pokok yang menentukan parameter untuk bisnis dan memberikan dorongan semangat bagi para karyawannya. Filosofi membakar semangat dalam diri masing masing karyawan/pegawai sehingga mampu menghapus keraguan dan rintangan yang mereka hadapi dalam mewujudkan visinya.

Filosofi adalah pernyataan mengenai:

  1. Apa yang harus kita lakukan dan apa yang tidak boleh kita lakukan.
  2. Mengapa kita dalam bisnis tersebut.
  3. Bagaimana kita melakukan bisnis.
  4. Apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan dalam bisnis.

Adapun nilal (value) berasal dari bahasa Perancis: valoin, guatu kata kerja yang berarti “bernilai’, Nilal menjelaskan pagaimana kita dapat setiap harinya melakukan tugas kita masing-masing dalam rangka mencapai Visi organisasi.

Nilai-nilai (values), sebagaimana ditulis dalam Encyclopedia Americana (1976) dalam Akdon (2009: 100) bahwa nilai (value} dalam filsafat merupakan suatu istilah yang sama artinya dengan ide yang herharga. Nilai-nilai adalah kriteria tentang kebaikan dan kebenaran yang diyakini dan diterapkan dalam kehidupan organisasi, sehingga menjadi norma yang diyakini dalam kehidupan individu.

Suatu himpunan nilai (values) akan terdiri dari bagaimana kita ingin bersikap terhadap satu sama lain di dalam melaksanakan tugas; bagaimana menghargai pelanggan, supplier, vendor, masyarakat luas, serta sebagai batas sejauh mana kita melangkah.

Nilai adalah ukuran yang mengandung kebenaran/kebaikan mengenai keyakinan dan perilaku organisasi yang paling dianut dan digunakan sebagai budaya kerja dalam pengambilan keputusan dan pelaksanaan kegiatan misi dalam rangka mencapai dan visi organisasi.

Teori nilai mempertimbangkan pada prinsip atau kualitas berpikir tentang apa yang diinginkan, yang berguna, atau yang baik, sebab ia mempunyai moral yang baik, nyata, indah, dan sakral.

Definisi lain menyebutkan bahwa nilai adalah aturan-aturan atau pedoman yang dibuat dan dianut oleh suatu Organisasi yang mengikat anggotanya untuk berperilaku sesuai dengan nilai-nilai yang dianut itu, konsisten dengan peraturan.

Menurut Akdon (2009: 100-101) menyebutkan bahwa kriteria, rumusan nilai antara lain:
a. Kriteria tentang kebaikan dan kebenaran yang diyakinj dan diterapkan dalam kehidupan organisasi.
b. Faktor penggerak perilaku organisasi dan mendorong keunggulan karyawan/individu dalam organisasi.
c. Mampu mengklarifikasi ekspektasi kinerja mutu.
d. Menghargai pelanggan, supplier, vendor, dan masyarakat luas.
e. Perilaku pimpinan sehari-hari sebagai teladan.
f. Sangat menentukan pencapaian misi dan visi.

Sedangkan rumusan nilai disebutkan sebagai berikut:
1.) Penjelasan bagaimana pimpinan organisasi dalam sehariharinya melakukan tugas memimpin organisasi.
2.) Sikap saling menghormati serta menghargai terhadap sesama, berperilaku santun, rendah hati, dan memberikan kesejukan dalam setiap pertemuan.
3.) Menanamkan rasa hormat pada orang lain terutama sikap menghargai pelanggan, supplier, vendor, dan masyarakat luas.

Nilai biasanya sangat baik apabila dijabarkan sepenuhnya dalam sikap dan/atau perilaku sehari-hari, terutama harus ditunjukkan oleh para pimpinan, karena sebuah teladan sangat bernilai dalam menjalankan pekerjaan dalam organisasi. Komitmen mereka terhadap nilai (values) yang | dianut organisasi menyebabkan perhatian seluruh komponen organisasi ditujukan sepenuhnya kepada substansi perencanaan dan bukan pada bentuknya.

Beberapa nilai (values) yang penting sebagai pedoman, gntara lain:
a.) Togetherness, bekerja dalam kebersamaan jauh lebih baik daripada bekerja sendiri-sendiri.
b.) Empathy, memahami dan ikut merasakan masalah yang dihadapi orang lain.
c.) Assist, kesediaan untuk selalu memberikan bantuan secara ikhlas.
d.) Maturity, kematangan dalam mengatasi permasalahan maupun tantangan bersama.
e.) Willingness, kesediaan bekerja sama berdasarkan persahabatan atau kooperatif.
f.) Organizational, berperilaku secara organisasional yakni berinteraksi satu sama lain dalam memecahkan masalah ataupun krisis.
g.) Respect, saling menghormati serta menghargai terhadap sesama.
h.) Kindness, berperilaku santun, rendah hati, serta selalu memberikan kesejukan dalam setiap pertemuan.
i.) Integritas, menanamkan rasa hormat kepada orang lain, kemantapan pribadi.
j.) Inovatif, menjaga dan melanjutkan tradisi inovasi; mau dan dapat mengadakan pembaruan sesuai tantangan.
k.) Keunggulan, keyakinan untuk selalu menjadi yang terbaik.
l.) Flexibility, resilience, mastering change; memiliki ketahanan dan menguasai perubahan.
m.) Wisdom, kearifan.

Tulisan ini dikutip dari “Budaya Organisasi Kepemimpinan & Kinerja” oleh Prof. Dr. H. Ismail Nawawi Uha, MPA., M.Si. Halaman 112-115. Diterbitkan Prenadamedia Group tahun 2010. (*)

*Reporter: Nur Arrum Suci Katili/ Editor: Sumaya Nursyahidah