Buku Psikologi Pendidikan oleh Prof. Dr. Sofyan S. Willis, (Foto: Int).

PROFESI-UNM.COM – Dalam UU No.2 tahun 1989 tentang Pendidikan Nasional BAB II Pasal 4 menjelaskan bahwa “Pendidikan Nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti Juhur, memilik pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan”

Dari Undang-Undang mengenai pendidikan nasional di atas, dapat diuraikan berbagai hal, tentang manusia Indonesia seutuhnya.

a. Beriman dan bertaqwa dan berbudi pekerti luhur. Inilah dasar bagi terciptanya manusia Indonesia seutuhnya karena dasar ini akan membentuk akhlak dan budi pekerti Iuhur. Budi pekerti luhur adalah didasarkan kepada kepercayaan kepada Allah dan melaksanakan segala perintah-Nya dan menghentikan segala larangan-Nya. Kalau tidak didasarkan perintah Allah maka akhlaq dan budi pekertinya akan semu, pura-pura. Di depan manusia ia berbuat baik, menyembah Allah. Tapi di belakang manusia ia melakukan korupsi.

b. Memiliki pengetahuan dan keterampilan Prinsip ini amat berguna bagi kehidupan manusia di dunia ini karena hanya pengetahuan dan keterampilanlah yang mampu memperbaiki kehidupan manusia dalam percaturan dunia ini. Jika manusia kurang ilmu pengetahuan dan keterampilan atau bahkan sama sekali, maka kehidupannya akan sengsara, menjadi penganggur, atau kalau dapat pekerjaan hanya pekerjaan kasar seperti kuli aduk, buruh tani, atau kalau dapat pekerjaan kasar seperti kuli aduk, buruh tani, atau pergi ke Malaysia, Arab, dan Taiwan untuk menjadi TKI dan TKW.

c. Kesehatan jasmani dan rohan Walaupun sekolah tinggi tapi tidak sehat jasmani dan rohani maka sia-sialah dia hidup karena kesehatan adalah pangkal segalanya. Terutama kesehatan rohani yang menentukan tujuan hidupnya. Jika rohani tidak sehat, orang tersebut jadi sengsara walaupun hidup dengan jasmani yang sehat. Karena itu perku sekali kesehatan jasmani dan rohani bagi setiap warga Negara.

d. Kepribadian yang mantap dan mandiri. Hal ini amat menentukan bagi penyesuaian diri seseorang dalam masyarakat, terutama dalam pekerjaannya. Karena kepribadian yang baik akan disayang oleh semua orang. Di samping itu, kepribadian yang mandiri akan dapat hidup tanpa tergantung pada manusia kecuali hanya kepada Allah SWT. Orang yang demikian akan disegani oleh manusia dan disayang oleh Allah SWT. Kepribadian yang mantap hidupnya kreatif dan usahanya lancar. Dapat disimpulkan bahwa kepribadian yang mantap dan mandiri dapat 1) menyesuaikan diri yang baik, 2) disukai oleh sesama, dan 3) menjadi orang yang tidak tergantung kepada manusia hanya kepada Allah, kreatif, produktif, dan inovatif.

d. Bertanggung jawab kepada masyarakat dan kebangsaan. Artinya seorang warga Negara yang baik itu adalah yang bertanggung jawab kepada masyarakat. Hal ini menunjukkan kepedulannya akan kemaslahatan dan perkembangan masyarakat, karena dia hidup di masyarakat. Di samping itu dia harus juga bertanggung jawab terhadap bangsanya dengan selalu mengembangkan jiwa nasionalismenya di mata dunia. Kita tidak rela negeri kita dijajah oleh Negara asing, termasuk tetangga kita Singapura dan Malaysia. Pemimpin dan rakyatnya harus bersatu untuk mempertahankan Negara kita diusik oleh Negara lain.

Tulisan ini dikutip dari buku “Psikologi Pendidikan” oleh Prof. Dr. Sofyan S. Willis. Diterbitkan oleh ALFABETA. (*)

*Reporter: Fikri Rahmat Utama