Buku "Teori-Teori Belajar dalam Pendidikan" Karya Feida Noorlaila Isti'adah, (Foto: Int).

PROFESI-UNM.COM – Menurut Thorndike (Budiningsih, 2005: 21), belajar adalah proses interaksi antara stimulus dan respon. Stimulus adalah segala sesuatu yang dapat merangsang kegiatan belajar, seperti pikiran, perasaan, atau hal-hal lain yang dapat ditangkap oleh indera. Sedangkan respon adalah reaksi yang dimunculkan siswa selama pembelajaran, dapat juga berupa pikiran, perasaan atau tindakan.

Belajar adalah pembentukan hubungan stimulus dan respon sebanyak-banyaknya. Dalam hal itu diharapkan respon yang maksimal dari adanya stimulus. Teori ini sering juga disebut teori trial and error, dalam teori ini berlaku untuk semua organisme dan ketika organisme dihadapkan pada situasi atau situasi baru maka organisme ini secara otomatis bereaksi atau bertindak dengan trial and error. berbasis insting karena pada dasarnya setiap stimulus harus disambut dengan respon.

Thorndike menyatakan bahwa belajar pada hewan dan manusia terjadi atas dasar tiga hukum pokok belajar, yaitu:

  1. Hukum Kesiapan (Law of Readiness)
    Dalam belajar, seseorang harus dalam keadaan persiapan, dalam arti pembelajar harus dalam keadaan baik dan siap, oleh karena itu seseorang yang ingin belajar agar dalam belajarnya dapat berhasil, maka seseorang tersebut harus memiliki persiapan baik fisik maupun psikis.

Menurut Thorndike (Ayuni, 2011: 9), tiga kondisi yang menunjukkan berlakunya hukum ini, yaitu:

a. Jika organisme siap untuk bertindak atau berperilaku, dan jika organisme dapat melakukan persiapan ini, organisme tersebut akan merasakan kepuasan.
b. Jika organisme siap untuk bertindak atau berperilaku, dan organisme tidak dapat menyelesaikan persiapan tersebut, organisme akan mengalami kekecewaan.
c. Jika organisme tidak siap untuk bertindak dan organisme tersebut dipaksa untuk bertindak, situasi yang tidak memuaskan akan terjadi.

  1. Hukum Latihan (Law of Exercise)
    Untuk menghasilkan tindakan yang memadai dan memuaskan dalam menanggapi suatu stimulus, eksperimen dan latihan berulang harus dilakukan. Dalam salah satu teknik seseorang untuk dapat mentransfer pesan yang diterimanya dari memori waktu terurut ke memori waktu lama, diperlukan pengulangan sebanyak mungkin dengan harapan pesan yang diperoleh tidak mudah didapat.
  2. Hukum Akibat (Law of Effect)
    Thorndike mengungkapkan bahwa organisme adalah suatu mekanisme yang bertindak hanya jika ada rangsangan dan situasi yang mempengaruhinya. Dalam dunia pendidikan, hukum akibat ini terjadi pada tindakan seseorang yang memberikan hukuman atau hadiah, situasi dan perilaku yang membawa akibat.

Tulisan ini dikutip dari buku “Teori-Teori Belajar dalam Pendidikan” Oleh Feida Noorlaila Isti’adah, M.Pd halaman 57-63. Diterbitkan Edu Publisher tahun 2020. (*)

*Reporter: Mujahidah/ Editor: Sumaya Nursyahidah