Sampul buku Jaringan Komputer oleh Stritrusta Sukaridhoto, ST.Ph.D , (Foto-Int).

PROFESI-UNM.COM – Perkembangan teknologi memang tak ada habisnya, salah satu teknologi yang berkembang cukup pesat adalah jaringan internet yang memungkinkan kita melakukan apa saja, seperti mengakses sebuah situs, melakukan transfer data nirkabel, melakukan panggilan telepon, dan lain-lain. Namun, pada awal perkembangannya jaringan hanya digunakan untuk keperluan pertahanan militer serta cakupannya hanya sebatas area lokal.

Sejarah perkembangan jaringan internet dimulai kisaran tahun 60an dan 70an. Saat itu banyak penelitian tentang paket-switching, collision-detection pada jaringan lokal, hirarki jaringan dan Teknik komunikasi lainnya. Semakin banyak yang mengembangkan jaringan, tapi hal ini mengakibatkan semakin banyak perbedaan dan membuat jaringan harus berdiri sendiri serta tidak bisa dihubungkan antar tipe jaringan yang berbeda. Sehingga untuk menggabungkan jaringan dari group yang berbeda tidak bisa terjadi. Terdapat cukup banyak perbedaan dari interface, aplikasi dan protokol.

Situasi perbedaan ini mulai di teliti pada tahun 70an oleh group peneliti Amerika dari Defence Advanced Research Project Agency (DARPA). Mereka meneliti tentang internetworking, selain itu ada organisasi lain yang juga bergabung seperti ITU-T (dengan nama CCITT) dan ISO. Tujuan dari penelitian tersebut membuat suatu protokol, sehingga aplikasi yang berbeda dapat berjalan walaupun pada sistem yang berbeda. Group resmi yang meneliti disebut ARPANET network research group, dimana telah melakukan meeting pada oktober 1971. Kemudian DARPA melanjukan penelitiannya tentang host-to-host protocol dengan menggunakan TCP/IP, sekitar tahun 1978. Implementasi awal internet pada tahun 1980, dimana ARPANET menggunakan TCP/IP. Pada tahun 1983, DARPA memutuskan agar semua komputer terkoneksi ke ARPANET menggunakan TCP/IP.

DARPA mengontak Bolt, Beranek, and Newman (BBN) untuk membangun TCP/IP untuk Berkeley UNIX di University of California di Berkeley, untuk mendistribusikan kode sumber bersama dengan sistem operasi Berkeley Software Development (BSD), pada tahun 1983 (4.2BSD). Mulai saat itu, TCP/IP menjadi terkenal di seluruh universitas dan badan penelitian dan menjadi protokol standar untuk komunikasi.

Internet Protocol suite masih dikembangkan dan perkembangannya menggunakan mekanisme Request For Comment (RFC). Protokol baru yang dikembangkan oleh peneliti akan diajukan dalam bentuk Internet Draft (ID). Kemudian akan di evaluasi oleh IAB. Apabila disetujui maka akan lahir RFC dengan seri baru untuk aplikasi atau protokol tersebut, sehingga developer dapat menggunakan standar tersebut.

Penggunaan bandwidth semakin lama semakin efisien, banyak teknologi yang dapat digunakan untuk mengatur penggunaan bandwidth salah satunya Dense Wave Division Multiplexing (DWDM). Penggunaan bandwidth banyak digunakan pada aplikasi multimedia, antara lain Voice over Internet Protocol (VoIP) dan masih banyak lagi lainnya, bahkan untuk video conference. Sekarang untuk mendengarkan lagu dengan internet sudah dapat kita rasakan, dan kedepannya akan dimungkinkan semua perangkat terkoneksi melalui internet dan masih banyak lagi. Penggunaan teknologi Virtual Private Networking (VPN) juga semakin banyak digunakan oleh perusahaan. VPN berfungsi mengamankan komunikasi yang digunakan oleh sebuah perusahaan misal untuk keperluan virtual meeting.

Penggunaan aplikasi tanpa kabel sangat meningkatkan mobilitas seseorang, sehingga kebutuhan internet wireless akan semakin populer. Dengan adanya teknologi bluetooth, Wifi IEEE802.11, Wi-MAX dan yang lainnya akan mendukung internet tanpa kabel.

Tulisan ini dikutip dari buku yang berjudul “Jaringan Komputer” Karya Stritrusta Sukaridhoto tahun 2016. (*)

*Reporter: Muh. Raihan/ Editor: Agatoni Buttang