Ilustrasi orang yang selalu menunda-nunda pekerjaan,(Doc-Int)

PROFESI-UNM.COM – Sebagian besar orang percaya bahwa pekerjaan itu lebih nyaman dikerjakan jika tenggat waktunya akan habis. Kebiasaan ini disebut juga dengan procrastination.

Procrastination atau penundaan yaitu suatu aksi membatalkan hal yang akan dikerjakan oleh seseorang dalam jangka waktu yang tertentu sementara procrastinator adalah orang yang suka menunda pekerjaan yang sudah direncanakan.

Dilansir dari laman Kompasiana.com, procrastination memiliki beberapa ciri, di antaranya:

1.Merasa bahwa menunda pekerjaan akan membuahkan hasil yang lebih baik. Ciri-ciri orang seperti ini menganggap pekerjaan yang dikerjakan lebih awal akan kurang maksimal karena ide yang didapat masih belum matang.

2. Suka mempersulit diri sendiri, perasaan ini timbul karena kurangnya kepercayaan diri. Seseorang dihadapkan pada perasaan minder karena merasa orang lain lebih baik dari dirinya, karena alasan tersebut maka seseorang itu menjadi ragu-ragu untuk memulai suatu pekerjaan.

3. Gagal move on dari kesalahan sebelumnya. Berbuat kesalahan adalah hal yang wajar atau sering terjadi. Harusnya dari kesalahan tersebut maka kita bisa mengambil hikmah dan dapat memperbaikinya. Akan tetapi, hal ini tidak berlaku pada orang yang mengalami procrastination. Kesalahan di masa lalu menjadi hal yang tidak dapat dilupakan sehingga menjadikan orang tersebut ragu-ragu untuk memulai pekerjaan.

Dilansir dari alodokter.com, terdapat beberapa cara untuk menghentikan kebiasaan procrastination, yakni :

1. Lakukan pekerjaan apa adanya
Seorang perfeksionis biasanya takut jika yang dilakukan tidak sempurna, ini yang menyebabkan mereka memiliki kebiasaan procrastination. Akan tetapi, kita harus ingat bahwa melakukan pekerjaan dengan apa adanya akan lebih baik dibandingkan ingin sempurna, tetapi justru tidak selesai.

2. Hentikan kebiasaan bekerja di saat-saat terakhirAkan lebih baik jika kita memulai pekerjaan sesuai dengan jadwal atau bahkan lebih cepat, karena ini dapat menentukan pekerjaan apa saja yang harus didahulukan dan siap untuk menerima pekerjaan selanjutnya. Selain itu, kita dapat terhindar dari stress.

3. Cobalah berteman dengan orang-orang yang positif
Tidak hanya membantu untuk menyelesaikan pekerjaan, berteman dengan orang yang positif akan membuat diri kita menjadi lebih baik.

4. Buat pengingat sebagai penentu prioritas pekerjaan
Cara ini dapat dilakukan dengan menggunakan sticky note ataupun aplikasi pengingat pada ponsel, maka kita dapat menentukan pekerjaan mana yang perlu diselesaikan terlebih dahulu.

5. Tentukan target pekerjaan setiap harinya
Berikan target pada diri sendiri dan habiskan waktu untuk mengerjakan dan menyelesaikan tugas. Jika perlu, jauhkan diri dari berbagai hal yang dapat mengalihkan atau mengganggu fokus seperti halnya dari ponsel. Hal yang paling penting yaitu paksakan diri anda untuk memulainya, carilah inspirasi dan motivasi agar dapat semangat dalam melakukan pekerjaan. (*)

*Reporter: Murni