Buku Teori-Teori Kepribadian - (foto - Int).

PROFESI-UNM.COM – Dalam tahun-tahun terakhir abad ke-19 dan tahun-tahun permulaan abad ke-20, Pavlov dan kawan-kawan mempelajari proses pencernaan dalam tubuh anjing. Selama penelitiannya, para ahli ini memerhatikan perubahan dalam waktu dan kecepatan pengeluaran air liur.

Dalam eksperimen-eksperimen tersebut, Pavlov dan kawan-kawannya menunjukkan bahwa belajar dapat memengaruhi perilaku yang selama ini diduga refleksif dan tidak dapat dikendalikan, seperti pengeluaran air liur. Berangkat dari pengalamannya, Pavlov mencoba melakukan eksperimen di bidang psikologi dengan menggunakan anjing sebagai subjek penyelidikan. Untuk memahami eksperimen Pavlov, terlebih dahulu harus memahami beberapa pengertian pokok yang biasa digunakan dalam teori Pavlov sebagai unsur dalam eksperimennya, yaitu sebagai berikut.

1. Unconditioned Stimulus (US) -stimulus asli atau netral: stimulus tidak dikondisikan, yaitu stimulus yang langsung menimbulkan respons, misalnya daging dapat merangsang anjing untuk mengeluarkan air liur. US disebut juga sebagai perangsang tidak bersyarat atau perangsang alami atau perangsang wajar, yaitu perangsang yang secara alami dan secara wajar dapat menimbulkan respons pada organisme.

2.Conditioning Stimulus (CS): stimulus bersyarat, yaitu stimulus yang tidak langsung menimbulkan respons. Untuk menimbulkan respons, CS perlu dipasangkan secara terus-menerus agar menimbulkan respons. Misalnya, bunyi bel akan menyebabkan anjing mengeluarkan air liur jika selalu dipasangkan dengan daging. Disebut juga dengan perangsang bersyarat = perangsang tidak wajar = perangsang tidak alami = conditioned stimulus (CS), yaitu perangsang yang secara alami tidak menimbulkan respons.

3.Unconditioned Respons (UR): disebut perilaku responden (respondent behavior) respons tidak bersyarat, yaitu respons yang muncul dengan hadirnya US, yaitu air liur anjing keluar karen anjing melihat daging. Sebutan lain adalah respons tidak bersyarat = respons alami = respons wajar, yaitu respons yang ditimbulkan oleh perangsang tidak bersyarat (Unconditioned Stimulus = UR).

4.Conditioning Respons (CR): respons bersyarat, yaitu rerspons yang muncul dengan hadirnya CS. Misalnya, air liur anjing keluar karena anjing mendengar bel, yaitu respons yang ditimbulkan oleh perangsang bersyarat Conditioned Ressonse = CR). (*)

Tulisan ini dikutip dari buku Teori-teori Kepribadian karya Ujam Jaenudin halaman 32-33. Diterbitkan Pustaka Media Bandung tahun 2015. (*)

*Reporter: Annisa Puteri Iriani