Pemanfaatan minyak jelantah menjadi hand soap, Senin (13/9). Foto-Ist.

PROFESI-UNM.COM – Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar sosialisasi pengolahan minyak jelantah sebagai upaya penyuluhan eco life (hidup yang ramah lingkungan). Kegiatan ini dilakukan di Pesantren Darul Istiqamah Makassar, Minggu (12/9).

Tim PKM ini mengolah limbah minyak jelantah (minyak goreng bekas) menjadi produk sabun cuci tangan dan lilin untuk mendukung eco life.

Ketua Tim, Ahsan, menyebut kegiatan ini sebagai upaya pondok pesantren untuk mengurangi pembuangan limbah rumah tangga. Apalagi, kata Ahsan pesantren sebagai lembaga pendidikan yang sifatnya boarding school (sekolah berasrama) sehingga berpotensi menghasilkan limbah cair minyak jelantah.

“Limbah cair minyak jelantah berpotensi mencemari lingkungan jika dibuang langsung ke badan air atau selokan, karena saat ini limbah minyak jelantah banyak dihasilkan oleh rumah tangga,” ungkapnya.

Hal ini banyak dilakukan karena kurangnya kesadaran tentang bahaya pencemaran limbah minyak jelantah dan kurangnya kesadaran menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Dalam sosialisasi ini, dibantu oleh lima mahasiswa Pendidikan Teknologi Pertanian (PTP) dan seorang mahasiswa Pendidikan Teknik Otomotif (PTO) UNM.

Kata Ahsan, peningkatan sampah rumah tangga itu dapat menjadi peluang menambah penghasilan di tengah kondisi perlambatan ekonomi saat ini, juga dapat berpartisipasi mengurangi pencemaran lingkungan.

“Saya harap mereka terbuka wawasan dan kreatifitasnya bahwa limbah bisa diolah atau dimanfaatkan menjadi produk yang bermanfaat atau bernilai tambah,” harapnya. (*)

*Reporter: Anugrah Hms/Editor: Agatoni Buttang