Diskusi Publik September Hitam HIMA Pendidikan Sejarah FIS-H UNM, Senin (13/9). Foto-Ist

PROFESI-UNM.COM – Himpunan Mahasiswa (Hima) Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu sosial dan Hukum (FIS-H) Universitas Negeri Makassar (UNM) mengadakan diskusi publik dengan tema “September Hitam: Bulan Kelam Rangkaian Sejarah HAM di Indonesia” di Gedung Flamboyan BE 105, Senin (13/9).

Bulan September dari masa ke masa masih nyata dalam ingatan bangsa dan mengingatkan negara untuk memenuhi tanggung jawabnya. Mulai dari tragedi pembantaian 1965 -1966, tragedi Tanjung Priok 1984, tragedi Semanggi II 1999, Pembunuhan Munir 2004, hingga brutalitas aparat dalam aksi Reformasi Dikorupsi yang baru saja terjadi 2019 lalu. Peristiwa yang terjadi di Bulan September tersebut kemudian disebut sebagai September Hitam.

Ketua Hima Pendidikan Sejarah, Nurul mengatakan tema “September Hitam” dikolaborasikan dengan BEM dengan maksud mengingatkan kembali kepada mahasiswa peristiwa-peristiwa yang pernah terjadi bulan September.

“Kami mengangkat tema yang September Hitam yang dikolaborasikan dengan BEM itu lebih kepada kami ingin mengingatkan kembali kepada mahasiswa khususnya di bulan September ada beberapa peristiwa yang terjadi,” ucapnya.

Lanjut, mahasiswa asal Palopo ini mengatakan tujuan dari kegiatan diskusi publik ini untuk merefleksi kembali ingatan mahasiswa mengenai peristiwa- peristiwa yanh terjadi di bulan ini seperti tragedi pembantaian 1965-1966, tragedi Tanjung Priok 1984, tragedi Semanggi II 1999, Pembunuhan Munir 2004, hingga brutalitas aparat dalam aksi Reformasi Dikorupsi yang baru saja terjadi 2019 lalu.

“Lebih kepada merefleksi kembali ingatan mengenai peristiwa- peristiwa yang terjadi di bulan ini seperti yang sebut tadi banyak kemudian peristiwa- peristiwa kekerasan yang terjadi salah satunya penculikan Munir,” ucapnya.

Terakhir, mahasiswi 2018 ini juga berharap setelah diadakannya diskusi publik ini, mahasiswa lebih paham terhadap persoalan ganjal yang terjadi di bulan september.

“Saya berharap kedepan bagaimana peserta lebih paham persolan keganjalan-keganjalan yang terjadi di beberapa peristiwa,” tutupnya. (*)

*Reporter: Rezky Fadilah /Editor: Murni