Tim PKM UNM latih siswa dan guru ubah daun sirih jadi handsanitizer, Minggu (13/9). Foto-Ist

PROFESI-UNM.COM – Tim dosen Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Negeri Makassar (UNM) melakukan pelatihan pembuatan hand sanitizer dari bahan tradisional. Kegiatan ini digelar di Sekolah Menengah Atas (SMA) Muhammadiyah Malino dan peserta pelatihan merupakan guru dan siswa di SMA tersebut, Sabtu (11/9).

Tim PKM ini beranggotakan Suarlin, Ichsan Ali, Fajar Arwadi, dan Ahmad Fudhail Majid. Pada pemaparannya tim PKM menjelaskan bahan-bahan yang diperlukan membuat hand sanitizer yaitu daun sirih, jeruk nipis, serta alat seperti gelas ukur, panci, saringan, dan botol kemasan. Peserta dilatih dari proses awal hingga pengemasan hand sanitizer.

“Daun sirih dan jeruk nipis mengandung banyak zat yang berfungsi sebagai antiseptic, antioksidan, anti-bakteri, dan sebagainya yang dapat menangkal virus seperti Covid-19,” kata Fajar Arwadi saat memaparkan kepada peserta manfaat dari bahan tradisional.

Sejalan dengan itu, Sualin yang juga anggota tim PKM mengatakan banyak bahan alami di sekitar masyarakat yang bisa digunakan sebagai bahan sterilisasi tangan. Namun masyarakat harus diberikan pemahaman dan pengetahuan agar mampu menggunakan bahan tersebut menjadi hand sanitizer.

“Kami bermaksud mengedukasi masyarakat warga sekolah/masyarakat agar dapat memanfaatkan bahan alami tersebut seperti daun sirih dan jeruk nipis dari pada harus terbuang percuma,” jelasnya.

Kepala SMA Muhammadiyah Malino, M. Arfah mengungkapak rasa syukur dan terimakasih terhadap tim PKM dari UNM yang telah memberikan pelatihan membuat hand sanitizer dari bahan tradisional. Menurutnya pelatihan ini membuka wawasan baru bagi guru dan siswa dalam memanfaatkan bahan-bahan yang seringkali terbuang percuma. “Semoga pelatihan seperti ini bisa berlanjut dan berkesinambungan,” harapnya.

Sementara itu menurut anggota tim PKM ini dan juga merupakan Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerjasama, Ichsan Ali, UNM senantitasa berkomitmen menggalakkan tri dharma perguruan tinggi khususnya pengabdian kepada masyarakat. Ini bertujuan agar tri dharma perguruan tinggi di UNM bisa terlaksana dengan baik serta menjangkau semua pihak baik civitas maupun masyarakat umum.

“Segala bentuk pengetahuan dan hasil penelitian oleh para dosen di UNM hendaknya didiseminasikan kepada masyarakat luas,” jelasnya. (*)

*Reporter: Fikri Rahmat Utama