Ilustrasi menolak bullying. (Foto:Int).

PROFESI-UNM.COM – Bullying atau perundungan biasanya identik dengan penindasan atau intimidasi. Perundungan memiliki dampak yang amat besar terhadap kesehatan mental seseorang. Kasus bullying kerap terjadi merupakan hal yang perlu dicegah, baik dalam lingkungan pendidikan, seperti sekolah, kampus, maupun di luar lingkungan pendidikan.

Ketua Himpunan Psikolog Indonesia (Himpsi) Wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel), Ahmad Ridfah mengatakan tindakan bullying sangat penting untuk dicegah karena dapat berdampak pada kesehatan mental seseorang.

“Kenapa bullying ini penting untuk dicegah, karena mengganggu kesehatan mental, bahkan bisa berakhir pada bunuh diri,” katanya.

Tak hanya berdampak pada korban, Ridfah juga mengatakan bullying juga berdampak pada pelaku. Menurutnya, pelaku bullying juga bisa jadi memiliki permasalahan kesehatan mental sehingga mendorong pelaku untuk terus melakukan tindakan intimidasi tersebut.

“Ada pelaku, korban, dan ada juga pelaku sekaligus korban bullying. Dulunya dia korban, kemudian menjadi pembully, perundung, atau perisak. Ketiganya punya masalah dalam hal kesehatan mentalnya. Yang paling bermasalah dalam kesehatan mental itu korban sekaligus pelaku, disusul oleh korban, kemudian pelaku,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ia juga menjelaskan beberapa faktor yang menjadi pendorong terjadinya bullying. Ia berpendapat bahwa lingkungan sosial dan pengalaman buruk di masa lalu adalah salah satu faktornya.

“Permasalahan kesehatan mental yang paling umum muncul ketika mereka harus terlibat dengan lingkungan sosialnya. Bisa juga dari kepribadiannya, pengalaman buruk di masa lalu, pengaruh lingkungan sekolah, dan pengaruh keluarga,” jelasnya.

Terakhir, Kaprodi Psikologi ini juga memberikan langkah-langkah upaya pencegahan agar kedepannya kasus bullying dapat diminimalisir.

“Pencegahan bisa dengan pengawasan, mengembangkan empati, menyediakan kesempatan dialog, dan menyediakan sarana untuk menyalurkan emosi,” tuturnya. (*)

*Reporter : Trisakti Akbar / Editor : Irsan Juliani