Konferensi Pers Aliansi Mahasiswa Menyikapi Kasus DO Mahasiswa IAI Al-Amanah Jeneponto (Foto: Nur Qodriah Syafitri)
Konferensi Pers Aliansi Mahasiswa Menyikapi Kasus DO Mahasiswa IAI Al-Amanah Jeneponto (Foto: Nur Qodriah Syafitri)

PROFESI-UNM.COM – Aliansi Bela Mahasiswa mengecam kasus Drop Out (DO) mahasiswa Institut Agama Islam (IAI) Al-Amanah Jeneponto, Selasa (7/9). Kedua mahasiswa yang mendapat sanksi DO, Muhammad dan Usman hadir sebagai narasumber.

Sebanyak 11 organisasi baik internal maupun eksternal kampus bergabung dalam konferensi pers yang berlangsung di Gedung Flamboyan BE 105. Tiga diantaranya ialah Lembaga Kemahasiswaan (LK) Universitas Negeri Makassar (UNM) yakni Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FIS-H), BEM Fakultas Ekonomi (FE), dan BEM Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP).

Menurut Usman, mahasiswa IAI yang di DO didasarkan pada beberapa pelanggaran yang dituduhkan padanya seperti jarang mengikuti kuliah, berambut gondrong dan mencemarkan nama baik kampus dan dosen.

“Saya tidak dibolehkan masuk final diakibatkan karena rambut saya gondrong, saya tulis-tulis puisi dan saya lempar di grup, itu juga yang menjadi landasannya kampus untuk men-DO,” ungkapnya.

Mahasiswa 2018 ini menyebut tidak ada aturan yang ditetapkan untuk semua pelanggaran yang dituduhkan padanya.

“Jadi yang saya pertanyakan bagaimana dengan mahasiswa lain yang datang pas final ataupun yang langsung wisuda?,” ucapnya.

Ia mengatakan birokrasi hendaknya menetapkan aturan yang jelas terkait pelanggaran yang dijatuhkan kepadanya.

“Persoalan gondrong kami tidak pernah melihat aturan itu, kalau memang ada aturannya harus ditetapkan,” katanya. (*)

*Reporter: Nur Qodriah Syafitri/Editor: Agatoni Buttang