Tim PKM-KC UNM, Minggu (5/9). Foto-Ist

PROESI-UNM.COM – Tim Program Kreatifitas (PKM) Karsa Cipta (KC) Universitas Negeri Makassar berhasil menciptakan teknologi terbaru yakni alat pengukur kualitas udara dan air. Pembuatan alat tersebut dikarenakan maraknya kampanye Green Smart City di berbagai kota dunia, Minggu (5/9).

Ketua tim PKM-KC, Salahuddin Sheva Maulana mengatakan konsep teknologi berbasis IoT dengan judul PKM “Teknologi Cerdas Pengukur Kualitas Udara dan Air sebagai Upaya Pendukung Green Smart City di Era Industri 4.0” telah melakukan pengujian teknologi tersebut.

“Kami sudah melakukan uji coba alat pengukur kualitas udara di area parkiran JK Arenatorium Universitas Hasanuddin Jumat, 3 September 2021 pada pukul 13.00 hingga 14.00 Wita,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sheva sapaannya menuturkan bahwa teknologi tersebut dibuat dalam kurun waktu satu setengah bulan dan telah mencapai tahap uji coba untuk pengukur kualitas udara, dengan dilengkapi berbagai jenis sensor teknologi ini dapat mengukur kandungan gas polutan dalam udara NO2, H2S, CO2, CO, SO2 hingga ozon.

Tidak hanya berguna pada kawasan industri, teknologi ini dapat digunakan oleh masyarakat umum juga dengan didukung oleh tampilan web yang mudah dibaca serta waktu pelaporan yang bersifat real-time.

Terakhir, mahasiswa angkatan 2018 berharap dengan teknologi yang diciptakan bersama tim dapat berguna untuk kalangan masyarakat umum dan menjadi pengembangan kualitas udara di masa depan.

“Semoga menjadi teknologi yang bermanfaat untuk ke depannya baik di kalangan masyarakat luas maupun di industri dan diharapkan dapat menjadi pengembangan lebih lanjut khususnya di pandemi Covid-19 ini sebagaimana kualitas udara sangat perlu di perhatikan dan mungkin bisa menjadi teknologi yang dapat mendeteksi bakteri Covid-19 yang tercemar melalui udara,” harapnya.

Tim PKM ini terdiri dari 5 mahasiswa, di antaranya Salahuddin Sheva Maulana Khouw (Pendidikan Vokasional Mekatronika), Nur Fauzan Najib, dan Zulhijaya (Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer), Haslina (Teknik Komputer), Atikah Salsabila (Pendidikan Kimia) serta dosen pembimbing Muhammad Ayat Hidayat. (*)

*Reporter: Dewan Ghiyats Yan Galistan A.N