Peserta Vaksinasi. (Foto: Ahmad Husen).

PROFESI-UNM.COMData vaksinasi mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) per 31 Agustus masih rendah. Hal tersebut disampaikan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan (WR III) UNM, Sukardi Weda saat ditemui di ruangannya Pinisi Lantai 6, Kamis (3/9).

Kata Sukardi, menurut data yang dikumpulkan, mahasiswa UNM yang mengisi data masih sangat jauh dari jumlah keseluruhan mahasiswa.

“Kalau tidak salah yang sudah mengisi yaitu 14.203, sementara jumlah keseluruhan mahasiswa UNM sebanyak 46.711, berarti masih rendah sekali,” katanya.

Eks Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan (WD III) Fakultas Bahasa dan Sastra UNM ini menjelaskan bahwa 14.203 mahasiswa yang sudah mengisi, kemudian digolongkan menjadi tiga yaitu mahasiswa belum vaksin, mahasiswa selesai vaksin pertama dan mahasiswa selesai vaksin kedua.

“Yang belum vaksin itu ada 43,3%, vaksin pertama 30,2%, dan vaksin kedua 26.5%. Ini data per 31 Agustus, jadi kan 14.203 ini ada yang sudah vaksin pertama, ada yang sudah vaksin kedua, ada juga yang belum,” jelasnya.

Menurut Sukardi, rencana kuliah blended juga perlu mempertimbangkan situasi dan kondisi mengingat resiko jangka panjangnya.

“Kalau masih di bawah 70% perlu dipertimbangkan karena resikonya tapi kalau misalnya sudah 70% ke atas itu sudah bisa. Apalagi kebijakan pemerintah sudah ada yang mengizinkan jika tidak PPKM level 4 lagi atau sudah zona hijau supaya tidak terlalu berisiko,” lanjutnya.

UNM sendiri mematok target jika 70-80% mahasiswa harus sudah vaksin sebelum kuliah blended dilaksanakan. Dengan skema persentase 70% kuliah luring dan 30% daring. (*)

*Reporter: Resky Nurhaliza/ Editor: Annisa Puteri Iriani