PROFESI-UNM.COM – Salah satu Tim Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) Universitas Negeri Makassar (UNM) membuat masker organik bahan dasar daun kelor. Tim ini beranggotakan tiga mahasiswa, yakni Annisa Fitriani Aulia, Mutmainnah dan Muh. Lutfi Tri Laksono.

Ketiga mahasiswa tersebut berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) serta Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).

Didasari kesadaran bahwa banyaknya masker wajah dari bahan kimia, membuat ketiga mahasiswa ini mengembangkan produk organik yang terbuat dari daun kelor.

“Dimasa sekarang banyak yang menggunakan masker wajah yang terbuat dari bahan kimia, dimana bahan kimia tersebut memiliki efek samping pada kulit wajah,” ucap ketua PKM-K, Annisa Fitriani Aulia.

Daun kelor mereka pilih juga karena kandungan per gram daun kelor kering mengandung 10 kali vitamin A dibanding wortel, 17 kali kalsium dibanding susu, 25 kali lebih banyak dari zat besi bayam, 9 kali lebih banyak dari protein yogurt serta 15 kali lebih banyak dibanding pottazium buah pisang.

Dari kandungan yang dimiliki, masker daun kelor ini dapat mencegah munculnya keriput karena dapat membantu melawan radikal bebas yang dihasilkan dari sinar UV, melindungi keutuhan elastin kulit yang berfungsi menjaga kekencangan kulit dan dapat melembabkan kulit.

Mahasiswa FEB UNM inipun menjelaskan bagaimana proses pembuatan masker yang dimulai dari pemisahan daun hingga proses pengemasan.

“Proses pembuatan masker dilakukan dengan pemisahan daun kelor dengan batangnya kemudian dibersihkan, setelah itu kelor dikeringkan dan dihaluskan, lalu dikemas dalam bentuk kapsul dan dimasukkan kedalam botol,” jelasnya.

Terakhir, Ia menyebutkan memanfaatkan segala sosial media serta e-commerce yang tersedia saat ini.

“Untuk pemasaran dilakukan melalui sosial media seperti Facebook, Instagram, WhatsApp dan ecommers seperti Shoope, Bukalapak, dan lazada,” tutupnya. (*)

*Reporter: Annisa Asy Syam. A