Sadriah.Foto: Ist

PROFESI-UNM.COM – Menjadi seorang mahasiswa sastra pasti identik dengan seseorang yang pandai merajut kata menjadi karya. Begitulah citra diri mahasiswa Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) prodi Sastra Indonesia bernama Sadriah. Sadriah sangat produktif dalam mengembangkan ilmu sastranya, terbukti dengan karya-karya yang ia hasilkan.

Seperti tidak pernah lelah bercandu dengan kata-kata, ia kini berhasil menerbitkan dua novelnya Bintang Tanpa Sinar 2018 dan (bukan) Pilihan 2021.

Tak hanya itu Ia pun cukup aktif berlembaga. Kini Ia sedang mengemban jabatan sebagai koordinator divisi Humas Ikatan Bidikmisi (IKBIM) UNM dan sekretaris umum Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Sastra Indonesia FBS UNM.

Sadriah juga mengaku sejauh ini dia telah mencoba semua jenis karya sastra untuk ditulis. Ia pun aktif berpartisipasi dalam lomba dan disaat ada kesempatan memilih untuk membacakan puisi.

“Novel cerpen puisi esai dan opini juga hampir semua jenis tulisan sih. Cerpen di antologi cerpen novel dua puisi di antalogi puisi dan kalau esai opini biasa ikut lomba. Ya pernah sih biasa juga tampil baca Puisi,” kata Sadriah.

Kebiasaan menulis yang Ia miliki ternyata sudah dilakukannya sejak dari bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) berawal dari tugas membuat diary hingga mencintai dunia tulisan. Menurutnya membaca adalah sebuah kepuasan tersendiri.

“Sebenarnya kalau perihal menulis sudah dari SMP tertarik kalau perihal motivasi gimana ya yang pasti pertama kali disuruh nulis diary dan ternyata rasanya legah kalau kita menulis apa yang dirasakan jadi berawal di situ sehingga jadi hobi dan sampai sekarang menjadi bagian dari diri saya,” cerita mahasiswa FBS ini.

Melakukan jeda ditengah cerita karena minimnya waktu kadang juga menjadi masalah baginya. Tapi tidak menjadi alasan kuat untuk berhenti berkarya.

“Kendalanya biasa dari ide tulisan biasa juga dari lingkungan semisal lagi padat kegiatan, biasanya tulisan yang sudah dibuat itu terhenti dan tidak terlanjutkan,” tutur sekretaris HMPS Sasindo.

“Tergantung dari tulisan juga ya kan biasanya kalau novel kita harus konsisten ya pelarian terbaik dengan membaca buku supaya idenya kembali segar,” tips novelis FBS ini.

Biodata

Nama:        Sadriah

TTL:          Ujung Labuang, 28/11/1999

Pendidikan: MI DDI Ujung Lero

                   MTs DDI Ujung Lero

                   MAN 2 Parepare

                   Universitas Negeri Makassar

Fakultas:    Bahasa dan Sastra (FBS)

*Tulisan ini telah terbit di Tabloid Profesi Edisi 249