Poster sosialisasi kuliah offline di Vaksinasi Kemerdekaan UNM, Minggu (8/8). (Foto: Husen-Profesi).
Poster sosialisasi kuliah offline di Vaksinasi Kemerdekaan UNM, Minggu (8/8). (Foto: Husen-Profesi).

PROFESI-UNM.COM – Ketua Korps Sukarela Palang Merah Indonesia Unit Universitas Negeri Makassar (UNM) Ahmad Aryandi berharap pimpinan UNM mengambil langkah cepat kejar target vaksinasi mahasiswa. Hal ini dikarenakan kuliah semester ganjil 2021/2022 kini tengah berjalan namun belum ada kepastian jadwal kuliah luring UNM.

Ia menyebut program vaksinasi yang dijalankan harus dilakukan kembali agar mahasiswa yang belum divaksin bisa tervaksin segera. Serta pendataan mahasiswa vaksin perlu disosialisasikan lebih baik agar semua mahasiswa yang sudah vaksin maupun belum bisa terlacak.

“Program vaksinasi UNM sudah sangat tepat namun perlu dilakukan lagi agar terpenuhi targetnya. Apalagi saat ini sedang dilakukan pelacakan vaksinasi harus diketahui datanya secepatnya agar bisa memulai kembali kuliah luring,” katanya.

Mahasiswa Manajemen ini mengatakan janji UNM untuk kuliah offline bisa saja tidak terjadi kalau tidak selesai program vaksinasi mahasiswa. Apalagi targetnya sekitar 50 hingga 80 persen mahasiswa terbilang sangat besar dan berbanding terbalik dengan jumlah mahasiswa yang ikut program vaksinasi UNM kemarin yaitu hanya 3.442 mahasiswa. Kemungkinan terburuk bila tak penuhi target pasti tidak jadi kuliah offline semester ini.

“Tetap optimis kuliah offline kalau target yang ditentukan tercapai. Walau program vaksin UNM sedikit mahasiswa yang ikut tapi semoga jumlah yang vaksin di luar lebih banyak lagi,” jelasnya.

Sementara itu Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan (WR II) UNM Karta Jayadi mengatakan mahasiswa harus menunggu jadwal vaksinasi kedua UNM yang saat ini sedang direncanakan. UNM sendiri bakal melaksanakan kuliah berbasis luring dan daring sehingga perlu memenuhi target vaksinasi dari pemerintah ke mahasiswa.

“Tunggu saja pengumumannya vaksinasi lanjutan. Saat ini sedang dilakukan pendataan,” sebutnya.

Mantan Dekan Fakultas Seni dan Desain (FSD) ini juga menyesalkan masih banyak mahasiswa yang tidak ikut vaksinasi kemarin. Padahal menurutnya vaksinasi tersebut ditujukan kepada mahasiswa namun tidak banyak yang mendaftar sehingga dialihkan ke orang lain.

“Padahal sudah disediakan (vaksin) kemarin namun hanya tiga ribuan saja yang daftar,” sesalnya.

*Reporter: Fikri Rahmat Utama