Surat keputusan kebijakan subsidi UKT 50% bagi anak dosen dan tenaga administrasi UNM. Foto - Ist.
Surat keputusan kebijakan subsidi UKT 50% bagi anak dosen dan tenaga administrasi UNM. Foto - Ist.

PROFESI-UNM.COM – Universitas Negeri Makassar (UNM) mengeluarkan kebijakan terbaru terkait subsidi Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebesar 50%. Kebijakan ini diperuntukkan bagi mahasiswa putra-putri tenaga dosen dan tenaga administrasi UNM yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada semua jenjang studi.

Informasi tersebut tertuang dalam Surat Keputusan (SK) nomor 891/UN36/HK/2021 yang dikeluarkan Rektor UNM, Husain Syam, Selasa (13/7).

Pemberian Subsidi UKT tersebut berlaku selama enam semester bagi jenjang diploma III, delapan semester bagi jenjang diploma IV dan S1, dan empat semester bagi jenjang pascasarjana.

Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan (WR II), Karta Jayadi mengatakan bantuan UKT yang diberikan merupakan beasiswa bagi dosen yang melanjutkan pendidikan pascasarjana UNM. Namun, dialihkan ke anak dosen dan tenaga administrasi yang berkuliah S1 di UNM.

“Dulu yang kita bantu adalah dosen yang lanjut S2 dan S3. Setelah banyak masukan maka bantuan untuk dosen S2 dan S3 ditiadakan dan digantikan ke anaknya jika ada yang kuliah di UNM. Diluar UNM tdk ada bantuan,” katanya.

Karta juga menjelaskan mahasiswa anak dosen dan tenaga administrasi UNM tidak diperbolehkan mengajukan beasiswa bantuan pemerintah seperti Bidikmisi atau Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K).

“Anak dosen tidak boleh ajukan bidikmisi/KIP-K karena diperuntukkan untuk pekerja non formal,” jelasnya.

Subsidi UKT tersebut berlaku selama tenaga dosen dan tenaga administrasi masih aktif melaksanakan tugas dan hanya menanggung satu orang anak dan untuk anak berikutnya dapat diberikan jika anak yang pertama sudah menyelesaikan studinya dan tidak lagi mendapat subsidi. (*)

*Reporter: Agatoni Buttang