PROFESI-UNM.COM – Mahasiswa Pendidikan Administrasi Perkantoran (PAP) Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FIS-H) Universitas Negeri Makassar (UNM), Nana (disamarkan) belum mendapat kejelasan terkait penurunan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang Ia ajukan. Akibatnya, Santi terpaksa meminta cuti akademik selama satu semester.

Nana yang harusnya sudah semester tiga mengaku biaya kuliahnya terlalu tinggi dan dirinya sudah tak sanggup membayarnya. Nana dan keluarganya pun sangat berharap akan mendapat penurunan UKT dari pihak UNM.

“Masalahnya tidak sanggup ka bayarki UKT ku kemarin, takut ka juga tanyak ki orang tua ku karena terlanjur berharapmi itu kemarin na turunki,” katanya, Selasa (17/10).

Lanjut, Ia menjelaskan bahwa sebelumnya telah melengkapi semua persyaratan dan berkas yang dibutuhkan untuk mendapat peninjauan penurunan UKT. Ia juga seringkali memeriksa perubahan pada biaya kuliahnya, namun hingga saat ini nominal UKTnya belum juga berubah.

“Nah dari situ selalu saya cekki UKT ku nda adaji perubahannya sama sekali jadi pasrah, sudahmi juga saya kirim semua berkas yang di minta tapi tidak adaji perubahannya,” sambungnya.

Terakhir, Nana mengatakan bahwa Ia berasal dari keluarga kurang mampu. Ayahnya yang bekerja sebagai pedagang air keliling terkadang sulit mendapat pelanggan karena wilayah tempatnya berjualan terdapat banyak pengusaha galon. Bahkan terkadang dagangannya tidak laku selama berhari-hari.

“Alasanku kenapa na berat ka juga bayarki UKT karena dari keluarga kurang mampu ka juga, Bapakku penjual air minum keliling kadang juga berhari-hari nda ada pembeli airnya bapakku karena disni bukanji daerah yang susah untuk dapat air, kah banyak juga penjual air galon jadi susahki bapakku biasa dapat langganan,” ungkap Nana . (*)

*Reporter: Muh. Raihan/ Editor: Mustika Fitri