Fakultas Ilmu Pendidikan (Foto : Resky Nurhalizah)
Fakultas Ilmu Pendidikan (Foto : Resky Nurhalizah)

PROFESI-UNM.COM – Pimpinan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Makassar (UNM) Abdul Saman mengelurkan sejumlah kebijakan tanpa persetujuan dari pihak mahasiswa. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FIP minta transparansi data demi kejelasan kebijakan yang berlaku.

Presiden BEM FIP, Andi Ahmad Farid ini menyampaikan bahwa segala penetapan kebijakan yang bersentuhan langsung dengan mahasiswa harus melibatkan mahasiswa itu sendiri.

“Penetapan segala kebijakan yang bersentuhan langsung dengan mahasiswa, harusnya melibatkan
teman-teman di lembaga kemahasiswaan,” katanya.

Ia menyebut bahwa sekarang di FIP mengalami ketimpangan, dan lembaga kemahasiswaan berasumsi bahwa pimpinan kurang tahu dengan apa yang terjadi sekarang.

“Kami yang mewakili mahasiswa FIP harus memang bersama-sama dengan pimpinan dalam mengambil kebijakan, namun banyak ketimpangan disini. Sudah dikeluarkan sebuah kebijakan langsung saja tanpa adanya pertimbangan apapun dari teman-teman. Mungkin bisa kita asumsikan bahwa pimpinan masih belum tau kondisi,” jelasnya.

Pres BEM FIP ini pun tidak ingin berkomentar banyak tentang hal ini karena belum ia kaji apakah hal ini benar adanya atau tidak. Solusi untuk masalah ini yaitu membuat forum tanya jawab dengan pimpinan FIP dan lembaga kemahasiswaan.

“Saya selaku pimpinan teman-teman di BEM sekarang masih awal. Hal ini belum kami kaji apakah hal ini benar atau tidak, jika ada kekeliruan perlu kita buat forum tanya jawab kepada pimpinan bagaimana kita menyelesaikannya,” sambungnya.

Terakhir, Ia mengungkapkan FIP dibangun berdasarkan diskusi, kebijakan yang tidak sesuai dengan mahasiswa, akan diberikan tanggapan dan dan diperlukan pengkajian mendalam untuk mendapatkan data dan kesalahan pahamannya.

“Sejatinya pola-pola gerakan FIP yang dibangun itu berasaskan dialog dulu, jadi teman teman menanggapi apapun kebijakan yang tidak pro dengan mahasiswa, kita riset dan kaji lebih mendalam dulu untuk temukan yang mana data yang mana kekeliruannya,” tutupnya. (*)

*Reporter : Resky Nurhalizah/ Editor: Sumaya Nursyahidah