Gedung FIP UNM Tidung (Foto:Ist)
Gedung FIP UNM Tidung (Foto:Ist)

PROFESI-UNM.COM – Dana Lembaga Kemahasiswaan (LK) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Makassar (UNM) mengalami penurunan. Selasa (17/8).

Hal itu, diungkapkan oleh Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UNM, Muhammad Ilham menyebut anggaran kemahasiswaan menurun sekitar 20 hingga 30 persen. Namun, Ia mengaku belum memiliki data pasti terkait jumlah penurunan anggaran tersebut.

“Dana kemahasiswaan menurun, kinerja juga pastinya tertarik, harus di tau dulu itu transparansinya. Yang perlu di garis bawahi, kami juga harus memegang kuat dulu data yang sebenar-benarnya supaya bisa ditetapkan pasti yang turun itu sekitar 20 sampai 30 persen,” jelasnya.

Illang sapaan akrabnya mengatakan PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) PTN (Perguruan Tinggi Negeri) merupakan salah satu sumber pembiayaan yang di dapatkan LK. Ia meminta adanya transparansi anggaran oleh pimpinan.

“Tidak terlalu bisa menuntut juga karena itu sudah aturan, kalau PNBP turun pasti turun juga dana lembaga, dalam artian kalau menurun dana LK harus juga butuh lagi riset yang lebih dalam untuk mengetahui yang sebenarnya, makanya harus tetap ada transparansi,” ungkapnya.

Lanjut, Ia mengatakan tidak menuntut ke pimpinan fakultas untuk mengembalikan dana kemahasiswaan, namun harus mengetahui alasannya dengan adanya transparansi.

“Tidak menuntut kembali ke fakultas cuma harus ditau dulu, tidak langsung terima mentah-mentah, transparansi harus ada supaya teman-teman LK juga bisa percaya dana LK menurun karena PNBP juga menurun, kalau tidak ada transparansi bagaimana mau ki berfikir positif apalagi menyangkut uang,” katanya.

Terakhir, Illang mengatakan upaya yang dilakukan untuk memulihkan keadaan adalah dengan berdialog oleh pimpinan mengenai masalah ini dan meminta pimpinan agar bisa transparansi dengan dana LK.

“Mungkin selanjutnya teman-teman LK akan berdialog dengan pimpinan mengenai dana ini, dan memintanya untuk lebih transparan,” katanya. (*)

*Reporter: Aliefiah Maghfirah Rahman /Editor: Agatoni Buttang