Ilustrasi UKT. Foto-Ist

PROFESI-UNM.COM – Salah seorang mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Makassar (UNM) mengaku kecewa lantaran tak bisa memprogram mata kuliah apapun di semester ganjil ini. Padahal kata Hasni (disamarkan), orang tuanya bahkan menjual sapi demi bayar Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Ia menyeselkan hal tersebut karena UKT yang dibayarnya terbilang mahal dan telah menjual harta orangtuanya demi melanjutkan studinya.

“Sia-sia jaka kurasa bayar UKT, baru sapinya juga orangtuaku dijual untuk bayar,” katanya saat dihubungi lewat Whatsapp, Sabtu (14/8).

Hasni yang sempat cuti pada semester enam karena tak mampu membayar UKT ternyata tidak memiliki cukup sks untuk mengambil mata kuliah semester tujuh yaitu KKN dan PPL.

“107 ji sksku, tidak bisaka program KKN,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ia mengaku sempat menanyakan kepada operator jurusan untuk mengambil mata kuliah yang belum di programkan dan ternyata diperbolehkan.

“Kan bertanya sama operator jurusanku apakah bisaka ambil matkul yang belum ku program atau tidak tapi nabilang boleh ji,” ungkapnya.

Tetapi saat hendak melakukan KRS, Ia harus menelan pil pahit karena ternyata tidak ada mata kuliah semester enam yang disediakan.

“Pas ku mau ambil matkul yang belum ku program, ternyata tidak ada matkul yang disediakan disemester enam,” kata Hasni.

Hasni berharap diberikan solusi oleh pihak UNM terkait permasalahannya ini.”Semoga bisaka dibantu untuk selesaikan ini masalah,” harapnya.

*Reporter: Annisa Puteri Iriani