Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan (W 2) UNM, Karta Jayadi saat menghadiri vaksinasi kemerdekaan di pelataran Menara Pinisi, Minggu (8/8). Foto: Annisa Puteri Iriani-Profesi
Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan (W 2) UNM, Karta Jayadi saat menghadiri vaksinasi kemerdekaan di pelataran Menara Pinisi, Minggu (8/8). Foto: Annisa Puteri Iriani-Profesi

PROFESI-UNM.COM – Universitas Negeri Makassar (UNM) merencanakan kuliah offline dan online (blended learning) usai melaksanakan vaksinasi bagi mahasiswa.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan (WR II), Karta Jayadi saat ditemui di Pelataran Menara Pinisi UNM, Minggu (8/8).

“Dengan vaksin ini, kalau sudah ada 50 persen dari jumlah mahasiswa, yaitu sekitar 24.017 unit maka kita sudah bisa mulai pembelajaran blended, jadi ada offline ada online,” ujar Karta Jayadi.

Lebih lanjut, mantan Dekan Fakultas Seni dan Desain itu juga mengatakan bahwa proses perkuliahan offline ini akan disesuaikan dengan kondisi di kampus dan dilakukan secara bertahap.

“Kita mau mencoba nanti 30 persen offline, 70 persen online ketika itu dianggap sudah bisa dilakukan. Tapi untuk kembali normal 100 persen itu tergantung juga dari situasi di luar kampus karena anak-anak ini kan bukan tinggalnya di dalam kampus, mereka juga beraktivitas di luar,” tambahnya.

Ia juga mengungkapkan pelaksanaan perkuliahan offline ini tidak boleh dilakukan sembarangan dan harus mengacu pada peraturan-peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah setempat.

Berdasarkan diskusi internal yang telah dilakukan bersama mahasiswa, termasuk di dalamnya pencatatan tentang vaksinasi mencukupi, hal ini haruslah merujuk kepada aturan-aturan yang berlaku.

“Kami mengacu kepada peraturan juga, karena biarpun kami bisa melakukan semua itu, memenuhi syarat, tapi ini kan manusia, tidak hanya berkegiatan di dalam kampus, setelah ke kampus mereka ke mana-mana sehingga dia hanya steril di dalam kampus,” ungkap Karta Jayadi. (*)

*Reporter: Trisakti Akbar/ Editor: Nur Azisa