Buku Belajar Coding itu Penting di Era Revolusi Industri 4.0 oleh Yeni Mulyani, (Foto: Trisakti Akbar - Profesi)
Buku Belajar Coding itu Penting di Era Revolusi Industri 4.0 oleh Yeni Mulyani, (Foto: Trisakti Akbar - Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Revolusi industri 4.0 membuka peluang yang luas bagi siapapun untuk maju. Teknologi informasi yang semakin mudah diakses hingga ke seluruh pelosok menyebabkan semua orang dapat saling terhubung dalam sebuah jejaring sosial.

Banjir informasi seperti yang diprediksikan menjadi realitas yang ditemukan di era revolusi industri saat ini. Informasi yang sangat melimpah ini menyediakan manfaat yang besar untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan perekonomian.

Perlu diketahui bahwa peluang teknologi yang akan dikembangkan di era industri 4.0 ini akan mendorong kinerja sektor industri di Indonesia.

Pemanfaatan internet, salah satunya Internet of Things (IoT) merupakan teknologi yang akan berpengaruh terhadap pemanfaatannya pada dunia kerja dengan mengintegrasikan suatu peralatan atau lini produksi dengan Internet.

Dengan hadirnya IoT ini tentu diharapkan efektivitas, aksesibilitas, serta efisiensi proses produksi.

Peluang yang kedua adalah pemanfaatan teknologi e-smart IKM yang tentu saja dapat meningkatkan produktivitas serta daya saing Industri Kecil dan Menengah (IKM).

Para pelaku industri nasional dapat memanfaatkan teknologi digital seperti big data, autonomous robots, cyber security, cloud, dan augmented reality.

Dengan peluang teknologi tersebut diharapkan industri dapat memangkas anggaran biaya sekitar 12 – 15 persen dari anggaran perbulan.

Selain itu, inovasi teknologi melalui pengembangan startup dengan memfasilitasi tempat inkubasi bisnis tentunya akan mendorong startup-startup untuk saling berkolaborasi agar tantangan mampu dikelola menjadi peluang.

Dengan begitu, kemajuan industri di Indonesia ini khususnya, dapat terwujud dengan lebih baik lagi.

Tulisan ini dikutip dari buku dengan judul ‘Belajar Coding itu Penting di Era Revolusi Industri 4.0’ karya Yeni Mulyani, pada halaman 20 terbitan Pustaka Baru Press, Yogyakarta pada tahun 2020. (*)

*Reporter: Trisakti Akbar /Editor: Murni