PROFESI-UNM.COM – Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali mengeluarkan surat edaran perpanjangan masa penutupan sementara atau Lockdown di seluruh sektor kampus. Surat ederan dengan nomor 3795/UN36/TU/2031 ditandatangani langsung oleh Rektor UNM, Husain Syam, dan dibuat Rabu, (4/8).

Terdapat delapan dasar hukum yang tercantum dalam surat ederan tersebut. Atas dasar point tersebut, maka Rektor UNM mengeluarkan tujuh kebijakan.

Adapun tujuh kebijakan Rektor UNM, sebagai berikut:

  1. Pelaksanaan Work From Home (WFH) mulai tanggal 5 Agustus 2021 sampai dengan tanggal 9 Agustus 2021, sehingga selama masa tersebut semua pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa UNM diimbau untuk tidak datang ke kampus.
  2. Seluruh kegiatan akademik dan kemahasiswaan, termasuk pengurusan administrasi persuratan yang dilaksanakan secara daring.
  3. Para Wakil Rektor, Pimpinan Fakultas/Pascasarjana, Ketua Lembaga, dan Kepala Biro tetap melakukan pemantauan terhadap kinerja tenaga pendidik, tenaga kependidikan, tenaga pengamanan kampus, dan tenaga kebersihan sehingga target kerja dapat tercapai dengan baik.
  4. Bagi tenaga kependidikan tetap menyelesaikan tugas sehari-hari di rumah (WFH) dengan memperhatikan sasaran dan target kerja tercapai dengan baik, pengaturan kerja harus dikoordinasikan oleh masing-masing Kepala Biro, Koordinator Bagian, dan Subkoordinator, serta melaporkan perkembangan pekerjaan ke Pimpinan.
  5. Bagi seluruh tenaga kerja (keamanan) tetap sesuai jadwal dengan memperhatikan protokol kesehatan dan terus meningkatkan pengawasan keamanan di area kampus termasuk mengontrol dosen, dan mahasiswa yang masih berkegiatan di kampus.
  6. Bagi tenaga kebersihan (cleaning service) tetap mencatat jadwal dan waktu kerja sesuai dengan kelompok kerja masing-masing dengan memperhatikan protokol kesehatan.
  7. Surat Edaran ini berlaku mulai tanggal 5 Agustus 2021 sampai dengan 9 Agustus 2021 dan akan disesuaikan dengan perkembangan dan penyebaran virus covid-19.

Surat ederan tersebut dibuat pada hari Rabu, (4/8). (*)

*Reporter: Annisa Asy Syam. A