PROFESI-UNM.COM – Selain memberikan bantuan kuota data internet untuk mendukung proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek) juga akan melanjutkan bantuan UKT bagi mahasiswa yang terdampak pandemi covid-19.

Mendikbud Ristek, Nadiem Makarim menjelaskan kebijakan tersebut merupakan kepedulian pemerintah kepada Mahasiswa yang mengalami penurunan ekonomi.

“Kami mendengar banyak sekali keluhan mahasiswa karena terdampak ekonomi Covid-19. Kami merespons dengan membuat bantuan UKT yang kami lanjutkan mulai September 2021,” katanya.

Bantuan UKT ini akan diberikan at cos atau sesuai dengan besaran UKT dengan batas maksimal 2,4 juta rupiah setiap mahasiswa yang berhak menerima bantuan tersebut.

“Jika besaran UKT lebih besar maka selisih UKT tersebut dengan batas maksimal 2,4 juta menjadi kebijakan perguruan tinggi sesuai kondisi Mahasiswa,” ungkapnya.

Nadiem menyebut sasaran bantuan UKT untuk mahasiswa yang aktif kuliah dan bukan penerima KIP-K atau Bidikmisi serta belum menerima bantuan untuk pembayaran UKT.

“Jadi bantuan UKT ini kami berikan pada mahasiswa yang sedang aktif kuliah dan bukan penerima bantuan lainnya seperti KIP-K atau Bidikmisi dan kondisi keuangan dan keluarganya membutuhkan bantuan UKT untuk semester ganjil Tahun 2021,” jelasnya.

Untuk diketahui, bantuan UKT akan disalurkan Kemendikbud Ristek secara langsung ke perguruan tinggi masing-masing. Adapun dana UKT yang akan disalurkan pemerintah sebesar Rp 745 miliar kepada 310.508 mahasiswa.

Adapun mekanisme pendataan mahasiswa penerima bantuan UKT, yakni:

  1. Mahasiswa yang memerlukan bantuan mendaftarkan diri pada perguruan tinggi masing-masing,
  2. Pimpinan perguruan tinggi mengajukan penerima bantuan ke Kemendikbud. (*)

*Reporter:Hasnul /Editor: Agatoni Buttang