PROFESI-UNM.COM – Lembaga Kemahasiswaan (LK) se-Universitas Negeri Makassar (UNM) bersama mahasiswa belakangan ini menggelar aksi menuntut transparansi dan subsidi UKT dari pihak kampus, Minggu (1/8).

Salah satu mahasiswa UNM, Mifta mengatakan Universitas tidak memberikan pemotongan UKT kepada mahasiswa kategori paling rendah ekonomi pendapatannya.

“Kalau pandangan saya UNM sekarang dipola untuk biaya kuliah di bebankan pada orang yang dengan taraf kehidupan miskin,” katanya.

Lanjut, Mahasiswa Fakultas Teknik (FT) ini mengaku bahwa tidak mendapatkan pemotongan UKT dan harus membayar dengan keseluruhan UKT disebabkan untuk mentutupi UKT anak pejabat yang di potong secara impulsif.

Menurutnya, selama belajar daring Ia melakukan perkuliahan tidak menggunakan fasilitas kampus karena melakukan aktivitas dirumah.

“Karena secara tidak langsung mahasiswa yang tidak mendapatkan potongan UKT dengan membayar UKT full akan menutupi UKT dari anak-anak dosen yang di potong secara otomatis itu dan saya tidak mendapatkan fasilitas dari kampus,” bebernya.

Lebih lanjut, Mifta mengatakan bahwa hal tersebut masih memerlukan kajian lebih mendalam terkait data-data mahasiswa yang tidak mampu membayar full UKTnya.

“Kalau menurut saya sih, harus ada pengkajian data yang lebih dalam lagi,” Katanya.

Terakhir, Ia menuturkan bahwa masa pandemi saat ini kondisi keuangan dari keluarganya menurun, pemerintah pun membuat peraturan yang semenah-menah mempersulit petani dengan membatasi kebutuhan pertanian.

“Kalau saya pribadi yang paling mendasari itu di hasil tani karena kebetulan orang tua petani di masa pandemi ini pemerintah seakan-akan mengambil peluang untuk membuat kebijakan yang sulit bagi petani Salah satunya itu dengan mengurangi subsidi pupuk yang sangat berpengaruh pada petani,” tuturnya. (*)

*Reporter: Muh. Raihan/ Editor: Sumaya Nursyahidah