Nurdin Halid Saat Membuka Acara Seminar Kebahasaan Nasional (Foto: Ahmad Husen-Profesi)
Nurdin Halid Saat Membuka Acara Seminar Kebahasaan Nasional (Foto: Ahmad Husen-Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia (Himaprodi PBSI) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) menutup kegiatan seminar nasional dengan tema “Bahasa dan Sastra Indonesia dalam Menjawab Tantangan dan Merespons Kebhinekaan” yang dilaksanakan melalui platform Zoom Meeting pada Sabtu, (31/7).

Ketua Umum Panitia Ikatan Alumni UNM, Nurdin Halid menuturkan apresiasi kepada mahasiswa Himaprodi PBSI UNM atas produktivitas dan kreativitasnya kepada para pemuda untuk tetap beranjak menghadapi rintangan masa sekarang ini.

“Saya mengapresiasi inisiatif dan kreatifitas mahasiswa Himaprodi PBSI UNM yang menggelar acara ini, hal ini menujukkan karakter pemuda yang terus bergerak dinamis dan kreatif menghadapi tantangan zaman,” tuturnya.

Lanjut, Wakil Ketua Umum Golkar ini menjelaskan bagaimana sejarah Indonesia yang mencatat pemuda mahasiswa sebagai barisan terdepan dalam menegakkan tonggak-tonggak sejarah penting negara ini.

“Dalam konteks seminar hari ini, kita mengenang bahwa tonggak sejarah sumpah pemuda 28 Oktober 1928 yang melahirkan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasa pemersatu bangsa, juga warisan pemuda yang tak ternilai”, jelasnya. (*)

*Reporter: Ahmad Husen/ Editor: Sumaya Nursyahidah