Sosialisasi KMMI untuk Mahasiswa UNM (Foto: Resky Nurhalizah)
Sosialisasi KMMI untuk Mahasiswa UNM (Foto: Resky Nurhalizah)

PROFESI-UNM.COM – Universitas Negeri Makassar (UNM) menjadi salah satu Perguruan Tinggi (PT) yang lolos Kredensial Mikro Mahasiswa Indonesia (KMMI) setelah melewati beberapa tahapan seleksi.

Kredensial Mikro Mahasiswa Indonesia (KMMI) adalah program Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang pembelajarannya melalui kursus singkat/course yang mencakup hard skills dan soft skills bagi mahasiswa.

Program KMMI menawarkan alternatif pembelajaran yang lebih dinamis, kompetitif, yang didorong oleh permintaan untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi yang diperlukan dalam berbagai bidang keilmuan yang dibutuhkan industri atau kewirausahaan yang berupa penemuan ide, penciptaan produk atau jasa, model bisnis, pengelolaan bisnis, pemasaran, penjualan, investasi, hingga pengembangan bisnis mahasiswa.

Sejumlah 1240 mahasiswa telah terdaftar di empat mata kuliah (course) yang disediakan oleh UNM tahun ini, yaitu Data Sains untuk Bisnis dan Pekantoran (8 kelas), Computer Hacking Forensic Investigator (8 kelas), Digital Content Specialist (7 kelas), dan Brand and Content Marketing Expert for SME Bussiness (8 kelas).

Setiap mahasiswa yang terdaftar dalam course ini akan difasilistasi dengan subsidi biaya kuliah senilai Rp. 400.000/mahasiswa, rekognisi 3 SKS mata kuliah yang relevan, dan sertifikat untuk portofolio SKPI.

Wakil Rektor Bidang Akademik UNM, Hasnawi Haris mengatakan bahwa course yang diusulkan UNM telah disesuaikan dengan kebutuhan dan permasalahan masa yang dihadapi oleh industri.

“Dalam menentukan course, kami terlebih dahulu melewati diskusi panjang dengan Prodi dan industri,” tuturnya.

Alumni LPM Profesi itu juga menjelaskan bahwa program ini memiliki banyak manfaat selain rekognisi mata kuliah, mahasiswa juga dapat memperoleh pengalaman, kepengetahuan dan keterampilan khusus yang terkait dengan KMMI setelah pendidikan selesai.

“Secara internal kita bisa menerbitkan semacam SKPI kepada mahasiswa yang telah mengikuti program ini sehingga kelak mereka berada di lingkungan masyarakat, SKPI itu bisa dimanfaatkan menjadi satu nilai tambah ketika ingin mendapatkan pekerjaan,” jelasnya.

Proses perkuliahan akan dilaksanakan melalui sistem pembelajaran yang digunakan KMMI terintegrasi dengan LMS System and Application Management of Open Knowledge (SYAM-OK). (*)

*Reporter: Resky Nurhalizah/ Editor: Mustika Fitri