Smart Flower. (Foto Dok. Profesi).
Smart Flower. (Foto Dok. Profesi).

PROFESI-UNM.COM – Masa pandemi yang tak kunjung berhenti sampai saat ini membuat hobi baru mulai bermunculan, salah satunya yaitu mengoleksi tanaman hias di kalangan ibu-ibu. Dari hobi, memuncul pula motif kejahatan baru, maraknya pencurian tanaman hias.

Hal tersebut memotivasi keempat mahasiswda yang tergabung dalam Tim PKM-PM (Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat), untuk membuat alat Smart Flower Shelf demi membantu masyarakat dari menjaga tanamannya dari tindak pencurian. Mereka adalah Hairil Asyurah, Riswan Ridwan, Nur Asisah, dan Muhammad Bili Akbar. Adanya alat ini pun juga dapat mengoptimalkan kebutuhan air pada tanaman hias.

Hairil Asyurah menjelaskan, Smart Flower Shelf adalah rak bunga cerdas yang didesain sebaik mungkin menggunakan sensor teknologi terkini, seperti sensor ultrasonik, Passive Infrared Sensor (PIR), sensor Light Dependent Resistor (LDR), laser dan kelembaban tanah. Berbagai macam sensor itu berbasis loT dan terintegrasi dengan Handphone (HP), sehingga memungkinan pemilik tanaman untuk mengetahui siapa saja yang mendekat ke bunganya.

Sebagai penjelas, sensor PIR berfungsi mendeteksi gerakan orang yang mendekat di rak bunga. Sensor ultrasonik atau sensor jarak fungsinya ketika pot bunga bergeser dari posisi awal maka alarm akan berbunyi dan mengirimkan informasi ke pemilik bahwa ada yang mengambil bunga.

Sensor LDR berfungsi ketika cahaya laser terputus ke sensor cahaya dalam artian apabila ada orang yang melewati daerah depan rak bunga kemudian terdeteksi oleh sensor ini, maka alarm akan berbunyi dan mengirimkan informasi ke HP pemilik. Serta sensor kelembaban tanah berfungsi mendeteksi kelembapan media tanam bunga, apabila kelembaban rendah maka pompa akan menyala secara otomatis dan melakukan penyiraman secara otomatis. Adapun informasi yang dihasilkan oleh sensor-sensor tersebut akan diteruskan ke HP pemilik melalui aplikasi Telegram.

“Apabila ada yang mengambil pot bunga maka alarm akan berbunyi. Selain itu alat ini juga dilengkapi dengan sensor kelembaban tanah sehingga apabila kelembaban media tanam rendah maka akan dilakukan penyiraman secara otomatis,” jelasnya.

Mahasiswa angkatan 2018 itu juga menerangkan, sebelum langkah pembuatan mereka melakukan diskusi dengan dosen pembimbing, membahas bahan yang akan digunakan melalui aplikasi Zoom. Bahan dasar yang digunakan dalam pembuatan alat ini yaitu besi untuk rangka dan berbagai macam sensor untuk kontrolernya.

Setelah itu, mereka memotong besi dengan ukuran yang telah ditentukan, lalu dilakukan pengelasan hingga terbentuk rangka rak bunga. Namun Hairil mengatakan inovasinya itu masih sampai proses perangkaan.

“Untuk langkah-langkah itu kami baru sampai pada tahap pembuatan rangka untuk tahap selanjutnya mengenai mikrokontrolernya dibahas kembali dengan tim dan dosen pendamping, Insyaallah awal-awal bulan depan sudah rampung semua,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, Hairil menuturkan kelebihan lain dari alat ini yaitu dapat memudahkan pemilik tanaman hias untuk menyiram tanaman mereka tanpa harus menyiramnya langsung. Cukup menggunakan aplikasi Telegram maka rak bunga seketika menyiram tanaman secara otomatis. “Pemilik juga bisa melakukan penyiraman melalui HP yaitu melalui aplikasi Telegram dengan mengirimkan pesan ke kontroler maka pompa akan menyala dan melakukan penyiraman secara otomatis,” jelasnya.

Terakhir, Ia berharap alat ini bisa dipatenkan dan digunakan dengan baik sehingga motif kejahatan pencurian bunga yang sering terjadi ini dapat diatasi dan memudahkan pemilik tanaman hias untuk merawat tanamannya. “Harapannya itu tentunya alat ini bisa berfungsi dengan baik dan alat ini bisa dipatenkan, selain itu kami juga berharap alat ini dapat membantu bagi para penghobi tanaman hias,” pungkasnya.

*Tulisan ini telah terbit di Tabloid Profesi edisi 249