Pemberdayaan Lansia Smart. (Foto: Ist).
Pemberdayaan Lansia Smart. (Foto: Ist).

PROFESI-UNM.COM – Sebuah gagasan pemberdayaan datang dari Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Universitas Negeri Makassar (UNM). Mereka membuat program kegiatan di bidang kesehatan dan kemandirian pada masa pandemi bernama “Pemberdayaan Lansia Smart”.

Ketua tim, Armita Puspita. K mengatakan ide tersebut terlintas ketika Ia menetap selama 2 tahun di Kampung Daeng, Kabupaten Gowa. Selama itu Ia mendapati populasi lansia yang tinggi namun tidak diimbangi fasilitas pemberdayaan bagi usia lanjut. Armita menjelaskan bahwa di kampung itu beberapa belakangan, lansia kurang mendapat perhatian dari pemerintah setempat, walau sebenarnya sudah ada beberapa posyandu berizin, tapi Armita merasa tempat tersebut belum terfasilitasi dengan baik.

“Saya melihat ada banyak lansia di daerah tersebut yang membutuhkan tempat untuk mengontrol kesehatan mereka, memberikan mereka kegiatan produktif sekaligus membangkitkan kembali semangat hidup, yaitu dengan menghadirkan suasana posyandu lansia di daerah Kampung Daeng. Sangat kurang pemberdayaan lansia, hanya terdapat 3 posyandu lansia yang memang umumnya disahkan dan juga mendapatkan surat izin legalitas dari puskesmas nah sedangkan ada beberapa di dalam desa itu tidak memiliki fasilitas posyandu lansia, nah salah satunya itu di desa daeng, di desa itu tidak memiliki posyandu lansia tetapi sudah memiliki kader,” ungkapnya. 

Olehnya itu, Ia bersama rekan setimnya menpunyai konsep pengembangan untuk tempat tersebut sehingga bisa memberdayakan lansia. Konsep pengembangannya ini menghadirkan beberapa tematik produktifitas. Dalam realisasi program tersebut Armita bersama tim turut mengikutsertakan kader-kader posyandu sebagai pelanjut pemberdayaan lansia.

Armita menyebut bahwa program ini nantinya akan diadakan setiap bulan, diawali dengan sosialisasi dan menganalisa tingkat pemahaman lansia terhadap Covid-19. Mereka juga mengenalkan program Lansia Smart kepada para kader posyandu yakni tagline “Lansia Sehat, Mandiri dan Produktif”, dilanjutkan beberapa program seperti, pengisian pretest terkait Covid-19, pemberian materi pola asuh lansia, pengadaan cek kesehatan lansia rutin, senam lensa, senam lansia, edukasi 3M, motivasi lansia dan diakhiri games sebagai refreshing. Games ini mereka balut dengan kuis dalam dua kegiatan yakni indoor dan outdoor, yang bertujuan agar para lansia terbiasa paham dan terus mengingat mengenai bahaya virus covid-19, menjaga pola makan lansia, dan mengetahui tentang titik aman bagi lansia ketika di dalam rumah.

Tidak hanya itu, mereka juga menyokong program ini dengan kegiatan produktif seperi pelatihan pembuatan prakarya tasbih handmade. Kegitan ini akan melatih kemandirian, kesabaran, dan kefokusan para lansia.

“Kemudian kami mengadakan pelatihan baca-tulis sekaligus kegiatan pesan untuk tuhan, pengajian lansia, serta shering lansia, mengingat kurangnya pengetahuan lansia terkait kegiatan yang telah kami sebutkan tadi,” tambahnya.

Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNM itu juga berharap agar PKM berjudul “Pemberdayaan Lansia Smart Sebagai Usaha Mencegah Munculnya Covid-19 di Desa Karampuang” ini bisa memberikan peluang dan motivasi bagi lansia agar selalu aktif dalam melakukan kegitan fisik selama masa pandemi. Serta meningkatkan kreativitas melalui karya.

“Harapan agar setelah program kami ini terlaksana akan memberikan peluang untuk ditetapkannya lokasi posyandu lansia oleh Puskesmas Moncobalang sehingga para lansia di Kampung Daeng juga bisa merasakan kegiatan kegiatan yang ada di dalam posyandu lansia pada umumnya. Selain itu adanya rebranding yang dilakukan untuk menerapkan sistem Lansia Smart yang sesuai ketentuan protokol kesehatan Covid-19 bisa terus dilanjutkan para  kader posyandu meskipun proses pengabdian dari PKM-PM telah usai,” ujarnya.

*Tulisan ini telah terbit di Tabloid Profesi edisi 249