Amas Tasha Saat Melakukan Aksi. (Ahmad Husain-Profesi)
Amas Tasha Saat Melakukan Aksi. (Ahmad Husain-Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Lembaga Kemahasiswaan (LK) Universitas Negeri Makassar (UNM) Menggelar aksi tuntutan dengan Tema “Mewujudkan Kampus UNM yang Demokratis dan Stop Komersialisasi Pendidikan”. Aksi tersebut digelar di depan Gedung Pinisi Universitas Negeri Makassar, Kamis (29/7).

Ditengah berlangsungnya aksi, Ketua BEM FBS UNM, Amas mengatakan bahwa Wakil Dekan II FBS tidak ingin mengakomodir mahasiswa Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) yang telah menerima bidikmisi.

“Kalau di FBS itu sendiri, Wakil Dekan II tidak mau mengakomodir mahasiswa yang telah menerima bidikmisi,” katanya.

Tidak hanya itu, Amas juga mengatakan bahwa Rektor UNM adalah orang yang anti kritik.

“Kalau mengenai pernyataannya Rektor kita bisa mengambil kesimpulan bahwa Pak Rektor ini anti kritik,” ujarnya.

Ada beberapa isu turunan yang diangkat dalam aksi kali ini, diantaranya:

  • Adanya pemotongan UKT di masa pandemi.
  • Transparansi RKA-KL, RAB, LPJ Tahunan, Unit Cost, dan Anggaran Covid-19.
  • Revisi peraturan kemahasiswaan. (*)

*Reporter: Raihan /Editor: Mustika Fitri