Mahasiswa UNM, Supianto. Ketika Membahas Mengenai Penerapan Standar Pendidikan di UNM (Foto: Nur Arrum Suci-Profesi).
Mahasiswa UNM, Supianto. Ketika Membahas Mengenai Penerapan Standar Pendidikan di UNM (Foto: Nur Arrum Suci-Profesi).

PROFESI-UNM.COM – Kegiatan Kajian Aliansi Mahasiswa UNM yang dilaksanakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Makassar (UNM) Menggelar Kajian Rutin dengan Tema “Ironi UUPT di Indonesia” melalui Zoom Meeting pada Senin, (26/7).

Pemateri, Supianto mengatakan beberapa persoalan implementasi Undang – Undang Pendidikan Tinggi (UUPT) di kampus Universitas Negeri Makassar. Salah satu persoalan tersebut berupa standar pendidikan tinggi.

Hal tersebut telah tercantum pada UUPT Pasal 54 yang menyatakan bahwa pendidikan tinggi memiliki standar untuk menyelenggarakan Tridharma Perguruan Tinggi. Namun, melihat kondisi di UNM sendiri, Supianto mengatakan tidak ada standar yang diterapkan.

“Tidak diterapkan standar mulai dari sarana dan prasarana, fasilitas kampus dan penjaminan mutu baik dosen maupun alumni yang dihasilkan UNM”, katanya.

Melihat UNM yang berstatus sebagai kampus berakreditasi A, tak menjamin standar pendidikan tinggi sudah diterapkan dengan baik.

“UNM yang sudah terakreditasi A realitanya sangat tidak sesuai dengan standar perguruan tinggi, bagaimana rasio antara dosen dan mahasiswanya, fasilitas kampus dan sebagainya yang tidak sesuai UU”, jelas Supianto. (*)

*Reporter: Ahmad Husen/ Editor: Sumaya Nursyahidah