Nurliana, Duta Remaja Sulawasi Selatan. (Foto: Ist).
Nurliana, Duta Remaja Sulawasi Selatan. (Foto: Ist).

PROFESI-UNM.COM – Ajang Duta Remaja Sulawesi Selatan (Sulsel) telah sukses diselenggarakan di LPMP Provinsi Makassar. Ajang ini berlangsung selama tiga hari dari tanggal 24 sampai 26 Juli 2021, Selasa (27/7)

Salah satu mahasiswi Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar (UNM) Nurliana menjelaskan awal mulanya ia mendaftar hingga lolos tahap wawancara.

“Waktu awal-awal daftar itu biasa-biasa saja, karena juga baru mengisi biodata diri, ternyata setelah dinyatakan lolos seleksi pengisian link pendaftaran, 3 hari setelah itu muncul hasil bahwa saya lanjut ketahap wawancara Dan lagi-lagi dinyatakan lolos ditahap ini. Muncul dong rasa bangga dan bersyukur juga karena bisa menjadi satu-satunya remaja Kabupaten Soppeng yang bisa ikut menjadi finalis Duta Remaja Sulsel ini,” jelasnya.

Lia sapaannya ini mengungkapkan alasannya mengikuti ajang pemilihan Duta Remaja Sulsel 2021 karena dia melihat betapa mirisnya kehidupan remaja di era global saat ini. Minimnya sopan santun yang disebabkan bukan hanya dari remaja itu sendiri, tetapi juga dari kondisi lingkungannya.

“Banyak kita lihat penelantaran, pelecehan, bahkan pernikahan usia muda banyak terjadi pada seorang remaja. Maka dari saya berinisiatif merangkul mereka, serta ingin menyadarkan mereka bahwa mereka itu adalah sosok yang punya inovasi dalam diri, mampu bermanfaat dalam lingkungannya serta mereka harus sadar bahwa remaja bukanlah sosok yang harus diperbudak akan lingkungan tetapi juga remaja harus mampu menunjukkan kualitas yang ada dalam dirinya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, remaja asal soppeng ini mengatakan beberapa hal yang harus di persiapkan dalam mengikuti ajang pemilihan Duta Remaja Sulsel 2021.

“Yang benar-benar harus dipersiapkan secara matang yaitu fisik, pikiran dan mental, apalagi ajang ini diikuti oleh lebih 30-an peserta perwakilan dari beberapa kabupaten/kota di Sulawesi Selatan”, katanya.

Selama 3 hari mengikuti kegiatan karantina di LPMP Makassar, Sulawesi Selatan, Lia mengatakan banyak sekali hal yang didapatkan melalui kegiatan ini.

“Hal yang didapat tentunya sangat banyak baik itu dari segi pengalaman, materinya selama karantina, manajemen waktu dalam kegiatan, bagaimana kita bisa menjalin pertemanan akrab sesama finalis, dan rasa kekeluargaan yang sangat erat, jauh sebelum hari karantina kami semua sudah saling kenal, walaupun hanya virtual. Bangga punya keluarga baru di kedutaan ini. Tidak lupa juga para panitia yang sangat-sangat empati, simpati, dan humble,” jelasnya.

Lia menambahkan rencana kedepannya ia akan menunggu undangan projek dari The Winner Duta Remaja Sulsel, Sahwa Ainul Magfira. Di tempat asalnya Kabupaten Soppeng, Lia juga akan banyak berbagi tentang kehidupan remaja sekarang dan ingin mengajak remaja-remaja di Soppeng untuk bisa berkontribusi sehingga bisa menjadi remaja yang produktif dan inovatif. (*)

*Reporter: Ahmad Husen/ Editor: Sumaya Nursyahidah