Dokumentasi pelaksanaan kegiatan oleh Tim PKM UNM bersama mitra masyarakat. (Foto: Ist)

PROFESI-UNM.COM – Tim Program Kreativitas Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) Universitas Negeri Makassar (UNM) membentuk komunitas mural anak lorong Makassar atau yang bernama Komunitas Mural-Rong.

Pembentukan komunitas ini dilakukan usai diselenggarakannya program pelatihan pembuatan mural dinding edukasi kepada masyarakat lorong di kota Makassar, Selasa (27/7).

Komunitas ini dimaksudkan sebagai Society Control, yang mampu menindaklanjuti visi dan misi program yang telah diselenggarakan, yakni diharapkan mampu menjadi solusi dalam mengatasi budaya vandalisme, kemiskinan moral, juga sebagai upaya produktifisasi waktu luang yang dialami oleh mayoritas anak lorong di kota Makassar.

“Melalui seni mural dinding edukasi, program ini diberi nama Lorong Bermoral yang dalam pelaksanaannya, empat mahasiswa tergabung dalam satu tim yang membagi pelatihan ke dalam dua tahap yang dilaksanakan secara daring dan luring”, ucap salah satu anggota program yang akrab disapa Isabel.

Adapun pelatihan daring dilaksanakan melalui Zoom Online Meeting pada Ahad, 06 Juni 2021. Agenda inti pemaparan materi dan diskusi untuk memberikan pemahaman dan sosialisasi kepada masyarakat mitra terkait program yang diusung berselang selama tiga pekan.

Kemudian, tim kembali mengadakan pelatihan luring yang dilaksanakan di lingkungan sekitar masyarakat lorong RW 02, Kelurahan Tidung, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar pada Ahad, 27 Juni 2021.

Meski pelaksanaannya luring, seluruh rangkaian kegiatan tetap memberlakukan protokol kesehatan sebagaimana yang diwajibkan. Dengan agenda inti praktik pembuatan mural dinding edukasi, komunitas Mural-Rong sebagai bentuk tindak lanjut pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat, beranggotakan dari kalangan masyarakat usia remaja, dewasa hingga orang tua.

Salah seorang masyarakat, Ikram 16 tahun, menyebutkan bahwa pembentukan komunitas mural ini akan menjadi wadah baru yang menampung bakat dan mengembangkan potensi yang dimiliki anak lorong, khususnya di bidang seni dan masyarakat sangat antusias.

“Selain itu, karya-karya mural bernilai edukasi yang dihasilkan, dapat membentuk karakter perilaku baik pada masyarakat lorong di sekitarnya”, ucapnya. (*)

*Reporter: Nur Azisa