Surat edaran penolakan KKN di Polman, (Foto-Ist).

PROFESI-UNM.COM – Sebanyak 52 orang mahasiswa program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Negeri Makassar (UNM) di ditolak bupati Polman untuk melakukan KKN di Polman. Anehnya kegiatan ini sudah berlangsung sepekan sebelum penolakan terjadi.

Salah satu mahasiswa Muh. Ihsan Hidayat mengaku sangat kecewa dengan penolakan bupati Polman, apalagi program KKN Tematik ini adalah salah satu program dari Kemendikbud dan tentunya merupakan salah satu syarat kelulusan mahasiswa dalam penyelesaian studi.

“Saya selaku mahasiswa UNM asal Polman sangat menyayangkan penolakan KKN tematik MBKM dari UNM yang dimana KKN ini salah satu syarat untuk penyelesain studi, tentunya ini akan menghambat peyelesaian studi teman-teman yang ikut dalam program ini, apalagi ini program langsung dari Kemendikbud,” ujarnya.

Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengtahuan Alam (FMIPA) ini pun menambahkan bahwa alasan bupati Polman yaitu Covid-19 tidak masuk akal karena sebelum melakukan program KKN mahasiswa sudah melakukan vaksinasi sebelumnya.

“Pemda polman menolak/menunda KKN tematik MBKM dengan alasan Covid-19 dipolman makin meningkat, namun teman-teman yang ikut dalam program ini terlebih dahulu sudah mengikuti syarat protokol kesehatan sebelum diberangkatkan ke lokasi KKN, mengingat bahwa teman-teman KKN UNM mengabdi ditengah pandemi covid-19 bahkan mereka sudah menjalani vaksinasi,” tambah mahasiswa jurusan matematika UNM ini.

Muh. Ihsan sangat berharap pemerintah daerah segera mengganti surat penolakan tersebut menjadi surat izin untuk melanjutkan kembali program KKN tematik di Polman.

“Anehnya lagi, hanya polman yang menolak. Saya berharap Bupati Polman untuk segera meninjau kembali surat penolakan dan mengganti dengan surat izin untuk melanjutkan KKN tematik MBKM mahasiswa UNM di kabupaten Polman,” harapnya. (*)

*Reporter: Kristiani Tandi Rani