Dosen PKK adakan pelatihan Pembuatan Masker Wajah dan Lulur dari Tanaman Lokal untuk Perawatan diri, (Foto: Ist).

PROFESI-UNM.COM – Dosen Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Makassar (UNM), A. Nur Maida dan Rosmiaty melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) memberikan pelatihan kepada ibu rumah tangga cara membuat Masker Perawatan Wajah dan Lulur untuk Perawatan Tubuh.

Kegiatan ini berlangsung di Aula Wisata Kampar Desa Panciro Kec. Bajeng Kabupaten Gowa pada Sabtu 3 Juli 2021. Judul PKM yang pada kegiatan ini yaitu “Pembuatan Masker Wajah dan Lulur dari Tanaman Lokal untuk Perawatan diri”.

Kegiatan ini direspon baik oleh ibu-ibu rumah tangga, Tim dari anggota PKM Rosmiaty memperlihatkan dan mempraktekkan kepada ibu-ibu cara mengolah jagung menjadi bubuk masker wajah dan beras merah melalui video Youtube dan PPT serta penjelasan yang diberikan langsung.

Ketua Tim PKM A. Nur Maida mengatakan bahwa untuk mempercantik atau membuat tubuh awet muda tidak perlu mengeluarkan biaya yang besar untuk melakukan perawatan semuanya itu dapat kita peroleh dari tanaman yang ada disekitar kita atau makanan yang setiap hari kita konsumsi.

“Untuk mendapatkan wajah yang awet muda dan cantik tidak perlu lagi mengeluarkan biaya yang banyak bisa dari bahan alami yang sering kita jumpai”, ujarnya.

lanjut Ia menjelaskan, salah satu rangkaian kegiatan yaitu pemanfaatan buah jagung kuning manis dan beras sebagai masker untuk mencerahkan wajah.

“Salah satu kegiatan yang akan dilaksanakan adalah memanfaatkan buah jagung kuning manis sebagai masker wajah untuk mencerahkan, menyamarkan masalah kulit diwajah dan beras merah untuk mengangkat sel-sel kulit mati, mencerahkan dan menghaluskan dan dapat melembabkan kulit tubuh,” ucapnya.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada ibu – ibu dalam memanfaatkan tanaman dan dijadikan sebagai suatu usaha kreatif.

“Agar ibu-ibu dapat memahami dan memanfaatkan tanaman yang cukup mudah didapat dan tersedia, dan dijadikan usaha produktif yang tidak membutuhkan modal besar, umumnya IRT bekerja seperti menjual buruh, dan berkebun, bahkan hanya tinggal di rumah,” ujarnya.

Lanjut dosen tersebut berharap, dengan adanya kegiatan tersebut bisa manambah penghasilan di masa pandemi.

“Dapat membantu ekonomi keluarga dan penghasilan tambahan Selain itu mereka dapat melakukan perawatan sendiri dengan bahan alami
tanpa membeli produk kosmetik yang instan sehingga dimasa pandemi ada kegiatan yang bermanfaat dan dapat dijadikan sebagai usaha, semoga ilmu yang kami berikan bermanfaat dan bisa menambah penghasilan di masa pandemi ini,” harapnya.

*Reporter: Irsan Juliani