Yusuf Ahmad, Fotografer Reuters menjadi pemateri Fotografi jurnalistik dalam DJMTD 2021, (Foto: Sumaya-Ptofesi).

PROFESI-UNM.COM – Foto jurnalistik adalah sebuah bentuk dari jurnalisme yang menggunakan gambar-gambar dalam rangka mengabarkan sebuah berita. Foto jurnalistik sekarang sering hanya merujuk gambar-gambar diam, meskipun dalam beberapa kasus istilah tersebut juga merujuk kepada video yang digunakan dalam jurnalisme penyiaran.

Hal ini dijelaskan dalam Diklat Jurnalistik Mahasiswa Tingkat Dasar (DJMTD) yang dibawakan oleh Yusuf Ahmad, seorang Fotografer Reuters. Ia menjelaskan bahwa dalam jurnalistik dilarang adanya manipulasi foto.

“Dalam foto jurnalistik, tidak boleh ada manipulasi gambar, Jangan memaksakan foto itu harus bagus, jika hanya foto itu yang ada pada peristiwa tersebut,” ucapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa terdapat etika jurnalistik yang harus dipatuhi dalam fotografi jurnalistik, ada beberapa peristiwa yang tidak boleh diambil gambarnya.

“Harus memperhatikan foto tersebut layak atau tidak untuk foto jurnalistik, foto yang tidak boleh yaitu foto yang sadis dan porno,” jelasnya.

Ia juga berpesan bahwa dalam foto jurnalistik jangan ada manipulasi hanya untuk mendapatkan foto yang indah namun mengurangi makna dan pesan yang ada dalam peristiwa tersebut.

“Disatu sisi kita harus memotret tapi disatu sisi kita juga harus memerhatikan etika foto jurnalistik,” tuturnya. (*)

*Reporter: Mustika Fitri