Andi Mohammad Sardi, Ketua IJTI Sulsel bawakan materi video Jurnalistik dalam kegiatan DJMTD 2021, (Foto: Ilham Raihan-Profesi).

PROFESI-UNM.COM – Video jurnalistik adalah laporan berita yang dipaparkan dalam bentuk gambar gerak (rekaman video), yang sering kita lihat dalam media pertelevisian. Banyak penikmat berita yang memilih untuk mengetahui pemberitaan secara langsung atau live report, melalui TV dibandingkan harus membuka surat kabar yang ukurannya cukup besar.

Dalam Diklat Jurnalistik Mahasiswa Tingkat Dasar (DJMTD) materi ini dibawakan oleh Andi Mohammad Sardi, dalam materinya ia menjelaskan bahwa dalam pembuatan video harus ada objek yang ditonjolkan.

“Jika mengambil video harus ada objek yang harus ditonjolkan dan upayakanmembuat video dalam keadaan horizontal,” jelasnya.

Ditengah materi, Sardi juga memberikan praktek kepada peserta untuk mengambil video bebas disekitar lokasi kegiatan. Setelah melihat hasil beberapa peserta, Zaki mengatakan bahwa kesalahan mereka hampir sama yaitu terletak pada cara pengambilan video.

“Cara mengambil video yang masih vertikal, terlalu banyak pen (pergerakan kamera kesamping kanan dan kiri) dan till (pergerakan kamera dari kebawah dan keatas),” jelasnya.

Ia juga memberi saran agar dalam pengambilan video jurnalistik menggunakan teknik piramida terbalik dan dalam pengambilan video tidak menggunakan banyak pen, till, moving maupun zoom.

“Cara pengambilan video dilakukan dari posisi yang jauh dari objek dalam durasi video 5 detik kemudian dilakukan semakin dekat dengan objek setelah itu video-video tersebut disatukan, Jangan di zoom, kalian yang mendekati objek, apalagi kalau objeknya itu objek diam,” ungkapnya. (*)

*Reporter: Mustika Fitri