Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Alumni (WR III), Sukardi Weda menemui massa aksi, (Foto: Mustika-Profesi).

PROFESI-UNM.COM – Aliansi Mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali menggelar aksi dengan tuntutan “Wujudkan Kampus UNM yang Demokratis dan Stop Komersialisasi Pendidikan”. Aksi ini di gelar di Pelataran Menara Pinisi Universitas Negeri Makassar, Senin (12/7).

Tuntutan pada aksi kali ini berangkat dari keresahan mahasiswa UNM akan banyaknya permasalahan yang tidak terselesaikan. Mulai dari tuntutan akan adanya pemotongan UKT sampai pada revisi peraturan kemahasiswaan.

Ari Baba Felani, selaku Humas Aliansi Mahasiswa UNM memberikan tanggapannya mengenai sikap Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Alumni (WR III) terkait aksi yang dilakukan oleh aliansi mahasiswa pada hari ini. Ia beranggapan bahwa WR III tidak dapat memberikan penyelesaian atas permasalahan yang ada.

“Tidak mampu memberikan jaminan kepada kami terhadap itikad baik aliansi mahasiswa UNM untuk berdialog,” tuturnya.

Presiden BEM FMIPA ini juga menaruh curiga bahwa ada sesuatu hal disembunyikan oleh pimpinan kampus, yang menandakan kondisi UNM saat ini sedang tidak baik-baik saja.

“Ada yang tidak baik-baik saja baik itu bagian dari ketidak transparansinya ataukah karena ada sesuatu hal yang disembunyikan,” ujarnya.

Mahasiswa angkatan 2017 ini berharap agar semua tuntutan yang dibawa pada hari ini dapat diselesaikan karena isu-isu tersebut juga berangkat dari keresahan bersama mahasiswa UNM yaitu dengan dibukanya ruang dialog bersama pimpinan universitas.

“Salah satu langkah konkrit untuk menyelesaikan adalah memberikan itikad baik untuk memperadakan ruang dialog bersama aliansi mahasiswa UNM,” harapnya. (*)

*Reporter: Mustika Fitri