PROFESI-UNM.COM – Seminar dalam Jaringan (Senja) digelar oleh Lembaga Pers Mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM), Kamis (8/7). Senja bertema ‘Prahara PPPK, Narasi Kematian Kampus LTPK’ dirangkaikan dengan pembukaan Diklat Jurnalistik Mahasiswa Tingkat Dasar (DJMTD) 2021.

Seminar tersebut diisi oleh tiga pemateri yakni Wakil Rektor Bidang Akademik (WR I) UNM, Hasnawi Haris. Direktur Nagara Insitute, Akbar Faizal dan Pengamat Pendidikan, Darmaningtyas.

Persoalan disparitas PPPK dan CPNS dan nestapa pendidikan Indonesia menjadi subtema dalam seminar yang digelar blended itu.

Dalam pemaparannya, Akbar Faizal menegaskan bahwa Indonesia butuh guru namun belum cukup 50% guru terverifikasi dan paham digital.

“Negara butuh guru, tapi jangan meminta banyak tapi tidak memberi banyak. Guru harus meningkatkan kualitas,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, Darmaningtyas pun menuturkan bahwa kekurangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LTPK) yaitu ketidak mampuan dalam melahirkan tenaga pendidik berkompeten.

“Titik lemah LPTK tidak mampu melahirkan calon guru handal,” tuturnya.

WR I UNM, Hasnawi Haris juga memberikan solusi terkait persoalan ini. Ia memaparkan beberapa pilihan karir yang bisa digeluti oleh para anak bangsa selain menjadi ASN. Eks Dekan FIS itu juga meyakini bahwa sistem pendidikan Indonesia akan berbenah.

“Sistem pendidikan kita selalu berbenah, saya yakin akan ada kebijakan karena pemerintah tidak akan tutup mata tentang status guru,” lugasnya. (*)

*Reporter: Annisa Puteri Iriani