PROFESI-UNM.COM – Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Profesi Universitas Negeri Makassar (UNM) mengadakan seminar dalam jaringan dengan mengangkat tema “Alerta: Prakara PPPK, Narasi kematian kampus LPTK”. Kegiatan seminar tersebut digelar di Ballroom Pinisi Lantai 2 UNM, Kamis (8/7).

Pengamat pendidikan, Darminingtyas menjadi salah satu pemateri dalam seminar ini. Penulis buku ‘Manipulasi Kebijakan Pendidikan’ itu mengatakan bahwa ia telah mengusulkan pembatasan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan pada tahun 2008.

“Untuk meningkatkan kualitas guru, tahun 2008 saya sudah mengusulkan pembatasan LPTK,” katanya.

Lanjut, Darmaningtyas mengatakan Indonesia saat ini mengalami krisis guru baik dari segi kuantitas maupun kualitas, ditambah dengan pemerintah yang hanya mengambil kebijakan general.

“Kekurangan guru sudah lama di prediksikan. Celakanya pemerintah mengambil kebijakan general,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan dengan adanya PPPK minat untuk kuliah di LPTK akan kembali menurun.

“IKIP dibubarkan tapi tetap ada FKIP, dengan adanya PPPK, animo untuk kuliah di LPTK menurun lagi,” ujarnya.

Ia juga menegaskan tenaga pendidik harus memiliki jenjang karir jelas karena merupakan garda terdepan dalam menyiapkan masa depan. Menurutnya sistem kontrak lebih cocok diberlakukan pada pekerja publik.

“Guru tidak sekedar transfer ilmu tetapi juga nilai. Guru menyiapkan masa depan, menurut saya untuk administrasi bisa pakai sistem kontrak,” lugasnya.

Bicara soal kualitas, Darmaningtyas mengatakan lulusan yang memilih PPPK disinyalir adalah orang yang tidak mampu bersaing di sektor non guru. Sedangkan, lulusan yang berkompetensi tinggi akan memilih perusahaan yang juga berkompeten.

“Dugaan saya ketika sistem kontrak berlaku, mereka yang memiliki kompetensi tinggi pasti akan memilih perusahaan yang berkuasa dan kompeten,” ucapnya. (*)

*Reporter: Mustika Fitri