PROFESI-UNM.COM – Seruan aksi digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial dan Hukum (FIS-H) Universitas Negeri Makassar (UNM). Aksi kali ini membawa tiga tuntutan, dua diantaranya merupakan tuntutan pada aksi sebelumnya tentang transparansi unit cost serta sarana dan prasarana dan tuntutan baru tentang pungli.

Sebelumnya, pimpinan fakultas telah mengucap janji bahwa akan mengadakan dialog secara tertutup kepada Lembaga Kemahasiswaan (LK), dalam hal ini BEM FIS-H UNM.

Sayangnya, janji hanyalah sekedar ucapan belaka yang nyatanya tak diindahkan oleh pihak pimpinan.

“Sampai sekarang belum ada kepastian, makanya kami melakukan aksi lanjutan untuk menuntut hak yang sama”, ucap Ketua Himpunan Administrasi Negara (Himagara), Wawan.

Selama aksi berlangsung, tidak ada pihak pimpinan dari fakultas yang menyeru kepada massa aksi dengan alasan karena sedang sibuk dan hanya bersedia pada tanggal 9 Juli.

Setelah melakukan komunikasi kembali, waktu yang diajukan dan telah disepakati untuk melakukan dialog bersama pimpinan lagi dan lagi tak diindahkan.

“Sampai sekarang masih tanda tanya apakah pihak birokrasi fakultas ingin berdialog atau sudah tidak lagi”, tuturnya, Selasa (6/7).

Wawan pun menaruh harapan dengan digelarnya aksi ini dapat menjawab aspirasi dari mahasiswa dan apa yang menjadi tuntutan segera terealisasikan.

“Semoga pimpinan mendengarkan dan jangan tutup telinga”, harapnya. (*)

*Reporter: Nur Azisa