Penjelasan Program Pendampingan Literasi dan Numerasi, (Foto: Murni-Profesi).

PROFESI-UNM.COM – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar Sosialisasi Program MBKM secara daring melalui zoom meeting, Minggu, (5/7).

Dekan FMIPA UNM, Suwardi Annas turut hadir dalam kegiatan tersebut. Sejumlah 184 peserta yang terdiri dari Dosen maupun mahasiswa FMIPA dari berbagai jurusan menghadiri kegiatan ini.

Sosialisasi  MBKM merupakan kebijakan baru yang dibuat oleh Kemendikbud. Kebijakan Kampus Merdeka ini merupakan kelanjutan dari konsep Merdeka Belajar. Haeruddin selaku ketua dari MBKM Universitas Negeri Makassar menyampaikan bahwa tim MBKM UNM saat ini telah mengoptimalkan upaya untuk menyebarluasan informasi MBKM, termasuk melalui pemanfaatan media sosial.

Sultan menyampaikan informasi terbaru terkait kampus mengajar. Peserta kampus mengajar akan memperoleh subsidi dari pemerintah. Bagi mahasiswa yang lolos pada program kampus mengajar akan memperoleh subsidi sebesar 1.200.000 untuk uang saku dan 2.400.000 untuk pembayaran UKT.

Tim Inti MBKM UNM, Ryan Rayhana mengatakan diharapkan kepada mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan dan softskill, sehingga mampu berbaur dengan orang-orang dari beragam latar belakang dan meningkatkan nilai persatuan dan kesatuan.

“Melalui program pertukaran mahasiswa, para mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan kepemimpinan dan softskill, sehingga mampu berbaur dengan orang-orang dari beragam latar belakang dan meningkatkan nilai persatuan dan kesatuan”, tuturnya.
 
Selain penjelasan terkait program kampus mengajar dan pertukaran mahasiswa, tim inti MMKM UNM juga menjelaskan tentang program pendampingan literasi dan numerasi yang dikhususkan bagi mahasiswa Fakultas Bahasa dan Fakultas MIPA.

Bidang keilmuan yang diutamakan untuk pendampingan literasi adalah Bahasa dan Pendidikan, sedangkan untuk pendampingan numerasi diutamakan bidang keilmuan MIPA. Oleh karena itu, mahasiswa FMIPA UNM memiliki peluang besar untuk berpartisipasi pada program pendampingan literasi.

 
Berdasarkan penjelasan tim MBKM UNM, mahasiswa yang mengikuti program magang dan studi independen dapat memperoleh beberapa keuntungan, karena program tersebut merupakan kesempatan bagi untuk melakukan program sertifikasi yang diakui oleh kemendikbudristek selama 1-2 semester penuh.

Selama pelaksanaan kegiatan magang, mahasiswa akan memperoleh subsidi dari pemerintah untuk biaya partisipasi dan biaya hidup. Selain itu, mahasiswa juga akan memperoleh sertifikat jika menyelesaikan program magang pada lembaga mitra.

Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi mahasiswa untuk mendaftar pada program kampus mengajar, yaitu :

  1. Minimal semester 5 program S1
  2. IPK mininal 3 dari skala 4
  3. Asal perguruan tinggi di bawah Dirjen Dikti dengan akreditasi prodi minimal B
  4. Menyertakan prestasi dan pengalaman mengajar berorganisasi (sebagai poin tambahan)
  5. Memperoleh surat rekomendasi dari dekan
     
    Sultan mendorong para mahasiswa untuk memberi kontribusi bagi bangsa dan negara melalui program Kampus Mengajar. Kontribusi yang bisa diberikan oleh mahasiswa melalui kampus mengajar, yaitu:
  6. Membantu guru dalam pelaksanaan pembelajaran khususnya pembelajaran literasi dan numerik,
  7. Membantu adaptasi teknologi dalam proses pembelajaran, dan
  8. Membantu kepala sekolah dalam manajerial sekolah.

 
Dekan FMIPA UNM memotivasi para mahasiswa dari seluruh program studi di FMIPA berpartisipasi aktif dalam menyukseskan program MBKM.

“Kita mengharapkan mahasiswa FMIPA dan mahasiswa lain di UNM turut serta dalam mencerdaskan anak bangsa melalui kampus mengajar”, Ungkapnya. (*)

*Reporter: Murni